-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    TTI: Jangan Terjebak Perdebatan Offshore atau Onshore, Yang Terpenting South Andaman Harus Membawa Manfaat Nyata bagi Rakyat Aceh

    Jul 18, 2026, 8:22 PM WIB Last Updated 2026-07-18T13:22:47Z
    Wartanad.id - Banda Aceh – Transparansi Tender Indonesia (TTI) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat proyek pengembangan gas raksasa South Andaman secara lebih utuh dan strategis. Menurut TTI, perdebatan mengenai apakah fasilitas pengolahan gas dibangun di laut (offshore) atau di darat (onshore) memang sah dalam ruang diskusi publik, namun jangan sampai mengalihkan perhatian dari tujuan utama, yakni memastikan kekayaan alam Aceh benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

    Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan Aceh memiliki pengalaman panjang sebagai daerah penghasil migas melalui Arun LNG. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa keberadaan sumber daya alam yang besar belum tentu otomatis menghadirkan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat jika tidak disertai kebijakan yang berpihak kepada daerah.

    "Pertanyaan yang paling penting bukan hanya di mana gas itu diproses, tetapi apakah proyek South Andaman mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat Aceh, melibatkan perusahaan lokal, menumbuhkan industri turunan, serta meningkatkan perekonomian daerah secara berkelanjutan," ujarnya.

    TTI menilai keberhasilan proyek South Andaman seharusnya diukur dari besarnya nilai tambah yang tinggal di Aceh. Pemerintah bersama operator perlu menyusun strategi agar proyek ini tidak hanya menghasilkan gas, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah.

    Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian sejak awal antara lain komitmen penggunaan tenaga kerja lokal sesuai kompetensi, keterlibatan badan usaha jasa konstruksi dan penyedia barang/jasa asal Aceh dalam rantai pasok proyek, pengembangan industri hilir berbasis gas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui perguruan tinggi dan lembaga pelatihan, serta kepastian bahwa sebagian pasokan gas dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan industri di Aceh.

    Selain itu, TTI menegaskan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan proyek, termasuk proses pengadaan barang dan jasa. Proyek bernilai besar harus dikelola secara terbuka, kompetitif, dan akuntabel agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas serta menghindari praktik yang berpotensi merugikan negara maupun daerah.

    "South Andaman merupakan peluang besar bagi Aceh. Karena itu, energi kita sebaiknya diarahkan untuk mengawal agar proyek ini benar-benar membawa kesejahteraan bagi rakyat, bukan hanya menjadi proyek besar yang manfaatnya lebih banyak dinikmati pihak di luar Aceh," tegas Nasruddin.

    TTI berharap pemerintah pusat, Pemerintah Aceh, SKK Migas, operator proyek, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat bersama-sama mengawal pengembangan South Andaman agar menjadi momentum kebangkitan ekonomi Aceh yang berkelanjutan. Dengan tata kelola yang baik, proyek ini diharapkan tidak hanya menghasilkan energi bagi Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak lahirnya industri baru, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Aceh.tutup Nasrudin Bhasr
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini