Wartanad.id - Banda Aceh – Transparansi Tender Indonesia (TTI) meminta Pemerintah Pusat membangun website khusus sebagai pusat informasi pelaksanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) Aceh. Platform tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat memantau secara langsung penggunaan anggaran sebesar Rp58,9 triliun yang mulai direalisasikan pada 1 Agustus 2026.ucap Nasruddin Bahar kepada media ini (24/07)
Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan besarnya anggaran yang dialokasikan harus diimbangi dengan sistem keterbukaan informasi yang mudah diakses oleh masyarakat, akademisi, media, dan aparat pengawas.
"Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui nilai anggarannya, tetapi tidak bisa melihat perkembangan pelaksanaannya. Pemerintah perlu menyediakan website khusus yang menampilkan seluruh informasi secara real time dan mudah dipahami publik," ujarnya.
Menurut TTI, website tersebut setidaknya memuat daftar paket pekerjaan, lokasi proyek, pagu dan nilai kontrak, sumber pendanaan, nama penyedia, progres fisik dan keuangan, jadwal pelaksanaan, dokumentasi lapangan, serta penyelesaian setiap paket pekerjaan.
TTI menilai keterbukaan informasi akan memperkuat pengawasan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program rehab-rekon. Dengan sistem yang transparan, potensi penyimpangan anggaran dapat ditekan sejak dini karena seluruh proses dapat diawasi oleh masyarakat.
"Anggaran Rp58,9 triliun adalah uang negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Karena itu, transparansi digital melalui satu portal resmi merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap rupiah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh," tegas Nasruddin Bahar.
TTI berharap website tersebut dapat diintegrasikan dengan sistem pengadaan nasional sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui siapa pelaksana proyek, tetapi juga dapat memantau perkembangan pekerjaan hingga proyek selesai dan diserahterimakan.