-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    TTI Pertanyakan Anggaran Puluhan Triliun untuk Koperasi Merah Putih, Apakah Tidak Berpotensi Menjadi Pemborosan?

    Jul 22, 2026, 8:14 PM WIB Last Updated 2026-07-22T13:14:11Z
    Wartanad.id - Banda Aceh – Transparansi Tender Indonesia (TTI) mempertanyakan besarnya anggaran pengadaan perlengkapan Koperasi Merah Putih yang mencapai puluhan triliun rupiah. Menurut TTI, pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka dasar perencanaan dan kebutuhan riil di balik besarnya anggaran tersebut agar tidak menimbulkan persepsi pemborosan penggunaan uang negara.kata koordinator TTI Nasruddin Bahar(22/07)

    Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan berdasarkan data yang beredar, anggaran terbesar dialokasikan untuk pengadaan truk enam ban sebesar Rp36,6 triliun, disusul mobil pikap 4x4 Rp20,4 triliun, motor bak roda tiga Rp5,1 triliun, rak display Rp4,6 triliun, mebel gerai Rp3 triliun, dan paket internet Rp2,4 triliun.

    "Pertanyaan yang wajar diajukan publik adalah, apakah seluruh pengadaan dengan nilai sebesar itu benar-benar didasarkan pada kebutuhan yang telah dikaji secara matang, atau justru berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara?" ujar Nasruddin.

    Nasruddin Bahar menegaskan bahwa ia tidak menuduh telah terjadi penyimpangan. Namun, karena nilai anggarannya sangat besar, pemerintah perlu membuka dokumen perencanaan, kajian kebutuhan, analisis manfaat (cost-benefit analysis), serta alasan teknis penetapan spesifikasi dan jumlah barang yang akan dibeli.

    Menurut TTI, keterbukaan tersebut penting agar masyarakat dapat menilai apakah belanja negara tersebut memenuhi prinsip efisien, efektif, ekonomis, transparan, dan akuntabel sebagaimana menjadi prinsip dasar pengadaan barang dan jasa pemerintah.

    "Semakin besar anggaran yang digunakan, semakin besar pula kewajiban pemerintah untuk menjelaskan manfaat ekonominya kepada publik. Transparansi adalah cara terbaik untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah potensi pemborosan maupun penyimpangan," tutup Nasruddin.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini