Koordinator BGN Pidie Jawab Persoalan MBG Kembang Tanjong: Masyarakat Diminta Bersabar, SPPG Menunggu Keputusan Moratorium.( Foto ilustrasi Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE ( Wartanad.id)— Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Pidie, Mustafa Kamal, M.Pd., memberikan tanggapan terkait kondisi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kembang Tanjong, khususnya terkait belum terjangkaunya 14 desa dan 12 sekolah serta kebutuhan penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Senin ( 24/08/2026)
Mustafa Kamal membenarkan adanya kondisi tersebut. Menurutnya, informasi mengenai pelaksanaan MBG di wilayah Kembang Tanjong akan segera ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada pihak pusat.
«“Benar, dan akan segera kami laporkan ke pusat,” ujar Mustafa Kamal, M.Pd., Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Pidie.»
Ia menjelaskan, masyarakat diharapkan tetap bersabar karena saat ini masih terdapat proses dan keputusan yang harus ditunggu, termasuk berkaitan dengan kebijakan moratorium.
“Kami berharap kepada seluruh masyarakat agar tetap bersabar dalam menunggu keputusan terkait moratorium ini,” ujar Mustafa.
Menurutnya, keputusan terkait moratorium tersebut sangat penting karena akan menentukan langkah selanjutnya dalam pengoperasian SPPG yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat.
“Semoga keputusan terbaik segera dapat ditetapkan, sehingga SPPG di Kabupaten Pidie yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dapat segera beroperasi dan memberikan pelayanan pemenuhan gizi kepada para penerima manfaat,” katanya.
SPPG di Kembang Tanjong Menunggu Keputusan dan Pencairan.( Foto Dokumentasi Wartanad.id )
Kondisi di Kecamatan Kembang Tanjong menjadi perhatian karena terdapat sejumlah wilayah dan sekolah yang hingga kini belum mendapatkan pelayanan MBG secara optimal.
Selain itu, dua SPPG yang telah berjalan disebut menghadapi persoalan kapasitas pelayanan. Kondisi tersebut kemudian memunculkan kebutuhan terhadap penambahan SPPG agar cakupan penerima manfaat dapat diperluas.
Salah satu lokasi yang dipersiapkan untuk penambahan pelayanan berada di Gampong Tanjong. Berdasarkan informasi yang diterima, kepala SPPG disebut telah tersedia dan siap menjalankan pelayanan. Dapur SPPG juga disebut telah terbangun dan siap digunakan.
Namun, operasional SPPG tersebut masih menunggu proses pencairan VA (Virtual Account) serta pencairan dari pemerintah pusat.
Dengan demikian, kesiapan sarana dan sumber daya yang telah tersedia belum serta-merta dapat membuat SPPG langsung beroperasi sebelum seluruh proses administrasi, keputusan moratorium, dan pencairan anggaran diselesaikan.
Mustafa Kamal, M.Pd Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Pidie, Pada Saat Monev SPPG di Kecamatan Kembang Tanjong, Mohon Doa dan Dukungan Masyarakat. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
Mustafa Kamal juga meminta dukungan masyarakat agar proses tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Kami juga mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat. Semoga semuanya segera berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan pengertian masyarakat selama proses tersebut berlangsung.
“Terima kasih atas kesabaran dan pengertiannya,” tambah Mustafa.
Masyarakat Menunggu Kepastian
Pernyataan Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Pidie tersebut memberikan gambaran bahwa persoalan pelayanan MBG di Kembang Tanjong masih berkaitan dengan proses pengambilan keputusan dan kesiapan operasional SPPG.
Masyarakat kini menunggu kepastian mengenai hasil keputusan moratorium, proses pencairan VA, serta kapan SPPG yang telah dipersiapkan di Gampong Tanjong dapat mulai beroperasi.
Bagi masyarakat, keberadaan SPPG baru diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan kapasitas SPPG yang telah beroperasi sekaligus memperluas jangkauan Program MBG kepada seluruh sasaran penerima manfaat.
Masyarakat berharap proses tersebut tidak berlangsung terlalu lama, sehingga program pemenuhan gizi yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dapat segera dirasakan oleh anak-anak dan penerima manfaat di Kecamatan Kembang Tanjong.




