Wartanad.id - Banda Aceh -Transparansi Tender Indonesia (TTI) menilai rencana penggunaan APBA 2026 sekitar Rp17,25 miliar untuk pengadaan 23 unit kendaraan jenis Tank 300 patut dievaluasi secara terbuka, khususnya apabila pengadaan tersebut berkaitan dengan program Badan Reintegrasi Aceh (BRA).ucap Nasruddin Bahar koordinator TTI (27/08)
Di tengah masih banyaknya masyarakat Aceh, termasuk sebagian mantan kombatan GAM, yang menghadapi persoalan ekonomi dan belum memperoleh pemberdayaan secara maksimal, penggunaan anggaran dalam jumlah besar untuk kendaraan berkelas premium dinilai kurang mencerminkan skala prioritas kebutuhan masyarakat.
“BRA seharusnya lebih peka terhadap kondisi masyarakat yang sedang terpuruk. Anggaran sebesar Rp17,25 miliar akan jauh lebih terasa manfaatnya apabila diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi, modal usaha produktif, pertanian, peternakan, perikanan, atau program yang langsung meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Nasruddin Bahar, Koordinator TTI.
TTI meminta Pemerintah Aceh membuka secara transparan dasar kebutuhan, penerima manfaat, sumber anggaran, spesifikasi kendaraan, metode pengadaan, serta alasan pemilihan kendaraan tersebut.
Menurut TTI, semangat perdamaian Aceh seharusnya diwujudkan melalui pemerataan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat, bukan kebijakan yang berpotensi menimbulkan kesenjangan dan kecemburuan sosial.
TTI mendesak agar pengadaan tersebut dievaluasi kembali apabila belum terikat kontrak, serta memastikan setiap rupiah APBA benar-benar diarahkan untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Aceh.