Uroe Lahè ke-515 Pidie: Meutaloe Wareh, Pidie Meuhareukat, Dari Warisan Pedir Menuju Pembangunan Masa Kini.( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
SIGLI, Wartanad.id — Peringatan Uroe Lahè ke-515 Pidie Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Pidie dan masyarakat untuk kembali menelusuri akar sejarah Tanah Pedir sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah.
Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Alzaizi Umar, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRK Pidie dalam rangka memperingati Uroe Lahè ke-515 Pidie Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Sidang DPRK Pidie, Kamis (17/9/2026).
Rapat paripurna istimewa tersebut dipimpin Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra, S.H., didampingi Wakil Ketua I T. Zulkarnaini, S.P., serta Wakil Ketua II Teuku Saifullah TS, S.E. Kegiatan turut diikuti seluruh anggota DPRK Pidie.
Peringatan tahun ini mengangkat tema “Meutaloe Wareh, Pidie Meuhareukat”, sebuah tema yang menempatkan persaudaraan, kebersamaan dan persatuan sebagai bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Pidie.
Dalam sambutannya, Bupati Sarjani Abdullah menyampaikan bahwa Uroe Lahè bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali sejarah dan nilai-nilai yang diwariskan oleh para indatu di Tanah Pedir.( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
“Uroe Lahè ke-515 Pidie menjadi momentum untuk merefleksikan kembali akar sejarah, nilai-nilai luhur, serta warisan para indatu kita di tanah Pedir yang kita cintai,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, tema Meutaloe Wareh, Pidie Meuhareukat memiliki pesan yang kuat bagi seluruh masyarakat Pidie. Persaudaraan dan kebersamaan dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong pembangunan daerah.
Ia menekankan, kemajuan Pidie tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh adat, generasi muda, pelaku usaha, serta berbagai komponen masyarakat lainnya.
Menelusuri Jejak Pedir Darul Amni
Peringatan Uroe Lahè juga menjadi ruang untuk mengingat kembali perjalanan sejarah Pidie yang memiliki akar panjang dalam peradaban Aceh.
Secara historis, Uroe Lahè Pidie dikenal sebagai Hari Jadi Pedir Darul Amni. Nama Pedir Darul Amni tercatat dalam sejumlah naskah dan manuskrip berbahasa Arab maupun Melayu Pasai/Jawiy yang merujuk kepada wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Pidie.
Warisan sejarah tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Pidie. Karena itu, Bupati mengajak generasi saat ini agar tidak berhenti pada kegiatan mengenang masa lalu, tetapi mampu menjadikan sejarah sebagai sumber inspirasi untuk membangun masa depan.
Menurutnya, pembangunan harus tetap berjalan seiring dengan upaya mempertahankan nilai-nilai agama, adat, budaya, akhlak dan integritas.
Dengan demikian, sejarah tidak hanya ditempatkan sebagai catatan masa lalu, melainkan menjadi nilai yang hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Semarak Uroe Lahè Digelar Selama Lima Hari
Untuk menyemarakkan peringatan Uroe Lahè ke-515, Pemerintah Kabupaten Pidie telah menyiapkan berbagai kegiatan yang berlangsung mulai 16 hingga 20 September 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut dikemas dengan memadukan unsur sejarah, keagamaan, budaya, olahraga, hiburan masyarakat hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain ziarah ke Makam Raja Pedir Sultan Ma’rufsyah, pentas seni dan budaya, pawai budaya, permainan rakyat, Khanduri Raya dan Maulid, Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI), Pameran Pembangunan dan Expo UMKM, Temu Ramah dan Gala Dinner, senam dan sepeda santai, hingga Malam Puncak Uroe Lahè Pidie.
Beragam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai kalangan sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan sejarah dan budaya Pidie kepada generasi muda.
Tidak hanya berorientasi pada aspek budaya, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Melalui Pameran Pembangunan dan Expo UMKM, masyarakat pelaku usaha mendapatkan kesempatan memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat yang hadir dalam rangkaian peringatan Uroe Lahè.
One Day One Ayat hingga Pemutihan Piutang PBB
Dalam momentum tersebut, Bupati Sarjani Abdullah juga mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pidie, termasuk program prioritas di bidang keagamaan.
Salah satu program yang disorot adalah One Day One Ayat bagi pelajar di Kabupaten Pidie.
Program tersebut ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda Pidie.
Selain sektor pendidikan dan keagamaan, Pemerintah Kabupaten Pidie juga memberikan perhatian terhadap persoalan kewajiban perpajakan masyarakat.
Pemkab Pidie memberikan stimulus melalui program pemutihan piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Program tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu penyelesaian kewajiban perpajakan yang masih tertunggak.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan ruang penyelesaian bagi masyarakat, sembari mendorong peningkatan kepatuhan terhadap kewajiban perpajakan daerah.
Dari Sejarah Menuju Masa Depan
Bupati Pidie berharap peringatan Uroe Lahè ke-515 tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menjadi momentum memperkuat persatuan dan rasa memiliki terhadap daerah.
Semangat “Meutaloe Wareh, Pidie Meuhareukat” diharapkan dapat diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat gotong royong, menjaga adat dan budaya, memperkuat nilai keagamaan serta membangun kepedulian terhadap kemajuan daerah.
Peringatan Uroe Lahè ke-515 sekaligus menjadi pengingat bahwa Pidie memiliki sejarah panjang yang harus dijaga dan diwariskan.
Di tengah perubahan zaman, identitas sejarah dan budaya menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat. Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi turut mengambil peran dalam menjaga dan mengembangkan warisan Tanah Pedir.
“Peringatan ke-515 ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga warisan sejarah dan budaya, serta membangun semangat bersama dalam mewujudkan Pidie yang semakin maju dan sejahtera,” demikian harapan Bupati.
Dihadiri Unsur Forkopimda dan Tokoh Masyarakat
Rapat Paripurna Istimewa DPRK Pidie tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Pidie, Ketua Mahkamah Syar’iyah, Sekda Pidie, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, Sekretaris DPRK (Sekwan), Kepala SKPK, pimpinan instansi vertikal, Ketua Lembaga Keistimewaan Aceh, para kepala bagian, camat, serta tokoh adat, seni dan budaya dari dalam maupun luar Kabupaten Pidie.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan bahwa peringatan Uroe Lahè bukan hanya menjadi agenda pemerintah, melainkan menjadi bagian dari ruang bersama untuk merawat sejarah, budaya dan identitas masyarakat Pidie.
Dari ruang sidang DPRK hingga rangkaian kegiatan masyarakat sepanjang 16–20 September, Uroe Lahè ke-515 menjadi momentum untuk menghubungkan kembali warisan Pedir masa lalu dengan cita-cita pembangunan Pidie di masa depan.
Wartanad.id | Pidie



