-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    SPPG Tetap Jadi Ujung Tombak Pelayanan MBG, Sekolah Diminta Fokus pada Proses Belajar Mengajar

    Fauzal
    Sep 10, 2026, 8:43 PM WIB Last Updated 2026-09-11T00:37:51Z

     


    SPPG Tetap Jadi Ujung Tombak Pelayanan MBG, Sekolah Diminta Fokus pada Proses Belajar Mengajar. ( Foto ilustrasi Dokumentasi Wartanad.id)


    PIDIE, Wartanad.id — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pidie diharapkan tetap berjalan sesuai dengan mekanisme pelayanan yang telah ditetapkan, dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pihak yang fokus menangani pelaksanaan pelayanan makanan bergizi. Kamis ( 10 /09/2026)


    Pembina Yayasan Makmur Jaya, H. Yuswardi, S.T., menyampaikan bahwa keberadaan SPPG memiliki peran penting dalam memastikan pelayanan MBG dapat berjalan secara terarah, sementara pihak sekolah tetap menjalankan tugas utamanya dalam bidang pendidikan.


    Menurutnya, sekolah sebaiknya tidak dibebani dengan persoalan teknis pelaksanaan pelayanan makanan yang berpotensi mengganggu kegiatan utama, yakni proses belajar mengajar.


    “Pelaksanaan pelayanan MBG tetap dilaksanakan oleh SPPG. Sekolah tetap fokus pada tugas utamanya, yaitu proses belajar mengajar dan memberikan pelayanan pendidikan kepada para siswa,” ujar H. Yuswardi.


    Ia menilai pembagian peran yang jelas antara SPPG dan sekolah sangat penting agar program MBG dapat berjalan efektif, tertib dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik.


    SPPG, kata dia, dapat fokus pada aspek penyediaan dan pelayanan makanan bergizi, sedangkan tenaga pendidik dan pihak sekolah dapat berkonsentrasi terhadap kegiatan akademik, pembinaan siswa serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.


    “Jangan sampai pelaksanaan program yang tujuannya sangat baik justru membuat konsentrasi sekolah terpecah. Karena itu, masing-masing pihak harus menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sesuai dengan porsinya,” katanya.


    H. Yuswardi juga menekankan pentingnya koordinasi antara pengelola SPPG, pihak sekolah dan pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi tersebut diperlukan agar distribusi makanan kepada siswa dapat berlangsung tepat waktu, tertib dan tidak mengganggu jadwal pembelajaran.


    Program MBG sendiri diharapkan tidak hanya menjadi program pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.


    Dengan pembagian tugas yang proporsional, pelaksanaan MBG diharapkan mampu berjalan beriringan dengan kegiatan pendidikan. SPPG fokus pada pelayanan pemenuhan gizi, sementara sekolah tetap fokus mencetak generasi yang berilmu, sehat dan berkualitas.


    (Redaksi Wartanad.id)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini