-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Bupati Pidie Buka FGD Finalisasi Proposal Penegerian Al-Hilal Sigli Menjadi IAIN

    Fauzal
    Oct 15, 2026, 9:16 PM WIB Last Updated 2026-10-15T14:16:53Z

     


    Bupati Pidie Buka FGD Finalisasi Proposal Penegerian Al-Hilal Sigli Menjadi IAIN.( Foto Dokumentasi Wartanad.id)


    SIGLI, Wartanad.id | Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, M.H., bersama Wakil Bupati Pidie Alzaizi, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka finalisasi proposal alih bentuk dan alih status (penegerian) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Hilal Sigli menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al-Hilal Sigli.


    Kegiatan tersebut berlangsung di Oproom Kantor Bupati Pidie, Kamis (15/10/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, kalangan akademisi, tokoh pendidikan, serta Tim Fasilitasi Penegerian Kampus Al-Hilal Sigli.


    FGD ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menyempurnakan dokumen proposal sebelum diajukan kepada Menteri Agama Republik Indonesia.


    Al-Hilal Sigli Memiliki Sejarah Panjang dalam Pendidikan Islam


    Dalam sambutannya, Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah menyampaikan bahwa Perguruan Tinggi Islam (PTI) Al-Hilal Sigli memiliki sejarah panjang dalam pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Pidie.


    Berdiri sejak 27 November 1967, lembaga pendidikan tersebut telah berkontribusi selama hampir enam dekade dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi, khususnya di bidang ilmu syariah dan tarbiyah.


    Menurutnya, upaya penegerian Al-Hilal Sigli bukan sekadar perubahan status kelembagaan, melainkan bagian dari ikhtiar memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi Islam yang berkualitas.


    Keberadaan perguruan tinggi negeri di Kabupaten Pidie diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan kompetensi akademik, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu bersaing di masa mendatang.


    Karena itu, penyempurnaan proposal penegerian membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar dokumen yang disiapkan memenuhi persyaratan administratif, akademik, kelembagaan, dan sarana prasarana sesuai ketentuan yang berlaku.


    Pemkab Pidie Siapkan Tiga Langkah Strategis


    Pemerintah Kabupaten Pidie menyatakan komitmennya untuk mendukung proses penegerian PTI Al-Hilal Sigli melalui tiga langkah strategis.


    Pertama, pembentukan Tim Fasilitasi Penegerian.


    Tim ini melibatkan unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mendukung proses persiapan serta pemenuhan berbagai persyaratan penegerian.


    Pembentukan tim tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarpihak, mengidentifikasi kebutuhan yang masih harus dipenuhi, serta memastikan proses penyusunan proposal berjalan secara terarah.


    Kedua, dukungan hibah sebesar Rp3,4 miliar.


    Pemerintah Kabupaten Pidie juga memberikan dukungan berupa hibah senilai Rp3,4 miliar yang bersumber dari APBK Perubahan (APBK-P) Tahun Anggaran 2026 kepada Yayasan PTI Al-Hilal Sigli.


    Dukungan anggaran tersebut ditujukan untuk membantu pemenuhan persyaratan sarana dan prasarana kampus yang diperlukan dalam proses penegerian.


    Dukungan ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan pemerintah daerah dalam mempersiapkan pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi Islam di Kabupaten Pidie.


    Namun, pelaksanaan dan pemanfaatan dana hibah tersebut tetap perlu mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk peruntukan anggaran, mekanisme penyaluran, serta pertanggungjawaban penggunaannya.


    Ketiga, dukungan penyediaan lahan kampus.


    Pemkab Pidie juga merencanakan dukungan hibah tanah seluas 49.953 meter persegi atau sekitar 4,99 hektare yang berlokasi di Gampong Lampedeue Baroh, Kecamatan Pidie.


    Pemberian hibah tanah tersebut direncanakan setelah kampus memperoleh izin penegerian, sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan lahan untuk pengembangan kampus.


    Ketersediaan lahan diharapkan dapat mendukung pembangunan fasilitas pendidikan, ruang perkuliahan, sarana administrasi, serta fasilitas penunjang lainnya sesuai kebutuhan pengembangan IAIN Al-Hilal Sigli.


    Bupati Harapkan FGD Hasilkan Masukan Konstruktif


    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pidie berharap seluruh peserta FGD dapat memberikan saran, pemikiran, dan masukan yang konstruktif untuk menyempurnakan dokumen proposal penegerian.


    Menurutnya, dokumen yang disiapkan harus disusun secara matang agar mampu menggambarkan kesiapan lembaga, kebutuhan pengembangan kampus, serta manfaat penegerian bagi masyarakat.


    “Saya berharap seluruh peserta dapat memberikan pemikiran dan masukan demi penyempurnaan dokumen proposal penegerian ini,” ungkapnya.


    Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Penegerian Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama RI, Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, para peserta FGD, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap upaya mewujudkan IAIN Al-Hilal Sigli.


    Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkuat proposal yang akan diajukan kepada pemerintah pusat.


    Penegerian Diharapkan Perluas Akses Pendidikan Tinggi


    Perubahan status Al-Hilal Sigli menjadi IAIN diharapkan membawa dampak positif bagi perkembangan pendidikan tinggi di Kabupaten Pidie dan wilayah sekitarnya.


    Selain memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan tinggi Islam, penegerian juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kelembagaan, memperkuat pengembangan program akademik, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.


    Meski demikian, proses penegerian masih memerlukan tahapan administrasi dan penilaian sesuai ketentuan pemerintah pusat. Karena itu, finalisasi proposal melalui FGD menjadi bagian dari proses yang perlu dipersiapkan secara cermat.


    Dukungan pemerintah daerah, kesiapan kelembagaan, pemenuhan persyaratan lahan dan fasilitas, serta kelengkapan dokumen menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses tersebut.


    Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pengelola perguruan tinggi, Kementerian Agama, kalangan akademisi, dan masyarakat, rencana penegerian Al-Hilal Sigli diharapkan dapat terus bergerak menuju tahapan berikutnya.


    Apabila terealisasi, kehadiran IAIN Al-Hilal Sigli diharapkan menjadi bagian penting dari penguatan pendidikan tinggi Islam serta pengembangan sumber daya manusia di Kabupaten Pidie.


    Sejumlah Unsur Hadir dalam Kegiatan


    Kegiatan FGD tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pidie, para staf ahli dan asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Pidie, Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh, Ketua Tim Penegerian PTKIN Kementerian Agama RI, perwakilan tokoh pendidikan di Kabupaten Pidie, serta Tim Fasilitasi Penegerian Kampus Al-Hilal Sigli.


    Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan keterlibatan lintas sektor dalam mendukung proses penegerian perguruan tinggi yang telah berkiprah dalam dunia pendidikan Islam di Pidie sejak 1967.


    Finalisasi proposal ini menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan Al-Hilal Sigli menuju perguruan tinggi Islam negeri, dengan harapan dapat memperluas akses pendidikan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Pidie.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini