-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Ayah Ishak Sampaikan Duka Mendalam atas Kepergian Abzalul Rizal, Ajak Masyarakat Pidie Jaga Perdamaian Aceh dan Dukung Pengungkapan Kasus

    Fauzal
    Nov 7, 2026, 12:07 PM WIB Last Updated 2026-11-07T07:32:08Z

     


    Ayah Ishak Sampaikan Duka Mendalam atas Kepergian Abzalul Rizal, Ajak Masyarakat Pidie Jaga Perdamaian Aceh dan Dukung Pengungkapan Kasus.( Foto Istimewa)


    PIDIE ( Wartanad.id)– Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Provinsi Aceh, Tgk. H. Ishak Yusuf, yang akrab disapa Ayah Ishak, menyampaikan belasungkawa dan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya almarhum Abzalul Rizal dalam peristiwa tragis yang terjadi di Kabupaten Pidie. Sabtu ( 07/11/2026)


    Sebagai tokoh buruh sekaligus tokoh masyarakat Aceh, Ayah Ishak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum memperkuat rasa kemanusiaan, persaudaraan, serta kepedulian terhadap sesama.


    Dalam ungkapan dukanya, Ayah Ishak menyampaikan bahwa kehilangan seorang anggota keluarga merupakan cobaan berat yang tidak mudah dilalui. Terlebih bagi keluarga yang ditinggalkan, kepergian almarhum tentu meninggalkan kesedihan dan kenangan mendalam.


    "Kepada keluarga besar almarhum Abzalul Rizal, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi Allah SWT.


    Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan berat ini. Tidak ada kata-kata yang benar-benar mampu menghapus kesedihan, tetapi percayalah bahwa doa dan kepedulian dari banyak orang akan selalu menyertai keluarga," demikian pesan duka yang disampaikan Ayah Ishak.


    Perdamaian Aceh Harus Menjadi Tanggung Jawab Bersama


    Selain menyampaikan belasungkawa, Ayah Ishak juga mengajak masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Kabupaten Pidie, agar tetap menjaga suasana damai dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun pernyataan yang berpotensi memperkeruh keadaan.


    Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan sesuatu yang sangat berharga dan harus dijaga bersama. Jangan sampai sebuah peristiwa tragis justru memunculkan perpecahan, saling curiga, permusuhan, bahkan konflik baru di tengah masyarakat.


    Ia mengingatkan bahwa dalam situasi seperti sekarang, masyarakat perlu mengedepankan ketenangan, kedewasaan, persaudaraan, serta menyerahkan proses pengungkapan peristiwa kepada mekanisme hukum yang berlaku.


    "Marilah kita bersama-sama menjaga perdamaian Aceh. Jangan saling menyalahkan, jangan saling menjatuhkan, dan jangan membangun permusuhan di antara sesama masyarakat. Kita harus mampu menahan diri dan memberikan ruang agar persoalan ini dapat diselesaikan melalui proses hukum yang adil dan transparan," pesannya.


    Pemerintah Pidie Jangan Dibiarkan Berjalan Sendiri


    Ayah Ishak juga menaruh perhatian terhadap peran Pemerintah Kabupaten Pidie di bawah kepemimpinan Bupati H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati H. Alzaizi Umar.


    Ia menegaskan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Pidie merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat Pidie, tanpa membedakan latar belakang, kelompok, maupun pandangan politik.


    Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah perlu mendapatkan dukungan masyarakat dalam menjalankan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat serta pihak-pihak terkait guna mendorong penyelesaian persoalan tersebut.


    "Pak Sarjani Abdullah dan Pak Alzaizi Umar adalah Bupati dan Wakil Bupati bagi seluruh masyarakat Pidie. Dalam situasi seperti ini, kita harus memberikan ruang kepada pemerintah daerah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait peristiwa yang terjadi," ungkapnya.


    Ia mengajak masyarakat agar tidak hanya menuntut pemerintah, tetapi juga ikut membantu menciptakan suasana yang kondusif sehingga upaya pengungkapan kasus dapat berjalan tanpa tekanan maupun gangguan yang tidak perlu.


    Pengungkapan Kasus Harus Terang dan Berkeadilan


    Lebih lanjut, Ayah Ishak menilai bahwa pengungkapan peristiwa yang merenggut nyawa tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.


    Menurutnya, keluarga korban dan masyarakat berhak mendapatkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Oleh sebab itu, proses penanganan perkara harus mengedepankan profesionalitas, keterbukaan informasi, objektivitas, dan kepastian hukum.


    Tidak boleh ada ruang bagi spekulasi yang tidak berdasar. Setiap informasi harus diverifikasi, setiap dugaan harus diuji melalui proses hukum, dan siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan perundang-undangan.


    "Kita semua tentu menginginkan persoalan ini segera terungkap. Namun, mari kita kawal bersama dengan cara yang baik, tidak anarkis, dan tetap menghormati proses hukum. Keadilan harus ditegakkan, tetapi perdamaian juga jangan sampai dikorbankan," tegasnya.


    Jangan Biarkan Tragedi Melahirkan Perpecahan


    Di akhir pesannya, Ayah Ishak kembali mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen di Aceh untuk mengambil peran dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat.


    Ia berharap peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia, persaudaraan, dan perdamaian harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun perbedaan pandangan.


    Aceh telah melewati perjalanan panjang untuk mencapai perdamaian. Karena itu, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk mempertahankannya.


    "Jangan sampai duka yang dirasakan satu keluarga berubah menjadi luka bagi seluruh masyarakat. Mari kita doakan almarhum, kuatkan keluarga yang ditinggalkan, dukung pemerintah dalam menjalankan tugasnya, dan bersama-sama kita kawal agar kasus ini terungkap secara terang dan berkeadilan.


    Kita boleh berbeda pendapat, tetapi jangan sampai kehilangan persaudaraan. Kita boleh menuntut keadilan, tetapi jangan pernah merusak perdamaian. Aceh adalah rumah kita bersama, dan Pidie adalah tanah tempat kita menjaga persaudaraan," tutup Ayah Ishak.


    Wartanad.id – Pidie

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini