Wartanad.id - Transparansi Tender Indonesia TTI mendesak Sekda Aceh selaku penanggung jawab anggaran untuk melakukan langkah langkah strategis dan taktis pasca bencana alam Daerah yang menimpa hampir seluruh wilayah Provinsi Aceh. Meskipun ada beberapa kabupaten di Aceh tidak parah terkena banjir tapi ada kabupaten lain sebagai penghubung putus total sehingga wilayah tersebut menjadi terisolir.sebut Nasruddin bahar koordinator TTI (30/11/25)
Nasruddin menjelaskan,TTI memfocuskan diri pada pelaksanaan pekerjaan diakhir tahun setelah bencana banjir hampir seluruh pekerjaan tidak bisa lagi dilanjutkan, paling tidak pemasokan material terhenti total, belum lagi pekerjaan yang berhubungan dengan sungai seperti irigasi misalnya sudah dipastikan banyak yang hanyut dibawa banjir.
Untuk menghindari kerugain Negara yang lebih besar diminta Pemerintah Aceh melalui Sekda melakukan langkah darurat dengan cara melakukan rapat gabungan yang mengikut sertakan Rekanan pelaksana dan konsultan pengawas proyek. Apapun alasannya Proyek yang sedang berjalan wajib dihentikan dengan alasan bencana alam. Jika KPA atau PPK tetap membayar padahal realitas dilapangan tidak sesuai maka dapat dipastikan me jadi temuan BPK di tahun berikutnya.sebut Nasruddin bahar
Kekuatiran terjadinya penyelewenagan sangat terbuka lebar jika tidak diantisipasi sejak awal, bisa saja ada oknum rekanan yang melaporkan pekerjaan sudah hampir selesai tapi karena bencana alam proyek yang sedang dikerjakan hanyut dibawa air.
Profesionalitas Konsultan Pengawas sangat dipertaruhkan apakah mereka bekerja sesuai dengan aturan yang sudah dituangkan dalam kontrak, adakah personil konsultan dilapangan yang mendata kemajuan pekerjaan setiap hari, kenapa menjadi pertanyaan besarnya kepada konsultan pengawas karena selama ini banyak konsultan tidak berada dilapangan mereka hanya hadir 2 kali yaitu sewaktu pasang bowkplank dan serah terima PHO.kata Nasruddin bahar
Tidak menutup kemungkinan ada oknum rekanan yang main mata dengan KPA seolah olah pekerjaan dilapangan sudah selesai 100% sehingga uang ditarek 100% faktanya dilapangan tidak seperti dilaporkan, sangat banyak terjadi penarikan uang dengan proyek fiktif jika tidak diantisipasi dengan cepat.tutup Nasruddin bahar