-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    ‎Menyikapi Kasus Kematian Warga Babahrot, Foreder Abdya: Perusahaan Biji Besi Harus memilih, terbuka atau di Tutup

    Mar 29, 2026, 7:17 PM WIB Last Updated 2026-03-29T12:17:17Z
    Wartanad.id - Abdya - ‎Dewan Pimpinan Cabang Forum Relawan Demokrasi (DPC Foreder) Kabupaten Aceh Barat Daya mengintruksikan agar perusahaan yang mengangkut bijih besi di dalam kabupaten tersebut harus segera ditutup, pernyataan itu disampaikannya melalui konferensi pers bersama awak media di Blangpidie.
    ‎minggu 29/03/2026.
    ‎Ketua DPC Foreder Abdya Arjuna Putra, SE mengatakan pihaknya akan berupaya mendatangi beberapa perusahaan yang masih melakukan aktifitas pengangkutan bijih besi selama ini yang menggunakan jalan umum, menurut mantan anggota DPRK ini, izin operasional dan aturan-aturan perusahaan serta kebijakan pemerintah daerah belum berjalan sebagaimana mestinya.
    ‎Arjuna menduga pihaknya mencium ada beberapa kejanggalan yang masih perlu diluruskan baik dari dalam perusahaan maupun di eksternal, seperti adanya perizinan yang diatur oleh pemerintah semestinya di taati dengan baik.
    ‎Menurutnya, pihak perusahaan harus berani membuka ke publik terkait perizinan, sehingga masyarakat mampu mengontrol aturan main yang tidak boleh dilangkahi sehingga merugikan masyarakat itu sendiri, menurutnya masyarakat Abdya berhak mengetahui  karena negara telah mengaturnya di dalam undang-undang keterbukaan informasi publik.
    ‎"pihak perusahaan harus berani terbuka ke publik, jangan asal beroperasi saja. lalu-lalang kendaraan Hauling menggunakan jalan umum, seandainya izin SOP diketahui masyarakat luas, mereka bisa mengontrol mana yang boleh berlaku mana yang tidak, Negara telah mengatur semua itu di dalam undang-undang, ini Negara Hukum" dengan tegas Arjuna mengatakan itu
    ‎Arjuna menilai, sejauh ini lembaga penting di kabupaten itu seperti belum kompak menangani Persoalan daerah secara bersamaan, ia melihat stakeholder seperti masih berjalan di atas rel masing-masing, ia mencurigai adanya kesenjangan dalam komunikasi di tingkat pemangku kepentingan daerah.
    ‎"Sejauh ini hanya pihak DPRK yang kelihatan nyinyir di media, itu tidak ada arti kalau pemerintah eksekutif memilih diam tanpa menyikapi sedikitpun persoalan tersebut". tambahnya.
    ‎Foreder Abdya juga meminta kesediaan para tokoh masyarakat baik di Kecamatan Babahrot dan Kuala Batee maupun Kecamatan lain agar dapat mengawal kasus ini hingga menemukan solusi yang lebih konkret, pihaknya berkeinginan supaya kejadian serupa tidak terulang kembali dikemudian hari.
    ‎Tidah hanya itu, Arjuna dan pengurus Foreder sepakat segera menentukan jadwal untuk mendatangi pihak perusahaan yang bergerak di bidang bijih besi, baginya, sikap diam justru tidak menemukan solusi yang lebih baik 
    ‎"kita sudah mengatur jadwal untuk turun langsung ke lokasi tempat perusahaan beroperasi, sikap milih diam justru tidak menemukan solusi, bisa kita mungkin datang bersama pengurus, tidak menutup kemungkinan juga membawa tokoh dan masyarakat Abdya" tutupnya.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini