Wartanad.id | Banda Aceh – Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terus menggenjot upaya peningkatan produksi pangan melalui penguatan infrastruktur pertanian. Langkah konkret itu terlihat saat Plt. Kadistanbun Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, SP., MP, melakukan audiensi dengan Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Medan, Ahmad Tohir Harahap, SP., M.Si. Sabtu 23/05/2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor BPLIP Kelas I Medan ini menjadi forum strategis untuk membahas percepatan pelaksanaan kegiatan Lahan, Irigasi, dan Prasarana Pertanian atau LIP di wilayah Aceh. Turut mendampingi, sejumlah staf teknis Distanbun Aceh yang menangani langsung program cetak sawah dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, Dr. Azanuddin Kurnia menyampaikan bahwa Aceh memiliki potensi besar untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas padi. Namun, percepatan realisasi program LIP menjadi kunci agar target swasembada pangan di daerah dapat tercapai tepat waktu.
“Kami ingin memastikan program LIP di Aceh berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan dampak langsung bagi petani. Sinergi dengan BPLIP Medan sangat penting karena peran balai ini sangat vital dalam aspek teknis pengelolaan lahan dan irigasi,” ujar Azanuddin.
Kepala BPLIP Kelas I Medan Ahmad Tohir Harahap menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung Aceh dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian, mulai dari survei, desain, hingga pengawasan lapangan.
“Tim kami siap bekerja bersama Distanbun Aceh. Percepatan LIP bukan hanya soal target fisik, tapi juga bagaimana memastikan petani bisa segera merasakan manfaatnya melalui peningkatan indeks pertanaman,” kata Ahmad Tohir.
Momentum kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk menghadiri acara Penandatanganan Kontrak Pekerjaan Cetak Sawah untuk Kabupaten Bireuen. Penandatanganan kontrak yang menjadi salah satu langkah awal implementasi program cetak sawah baru ini turut disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bireuen, Mulyadi, SE., MM.
Dr. Azanuddin Kurnia menilai penandatanganan kontrak ini sebagai kabar baik bagi petani Bireuen yang selama ini mengandalkan lahan tadah hujan.
“Cetak sawah ini akan membuka lahan produktif baru dan meningkatkan ketahanan pangan lokal. Kami berharap kontraktor pelaksana bekerja profesional, menjaga kualitas, dan menyelesaikan tepat waktu,” tegasnya.
Sementara itu, Kadistan Bireuen Mulyadi menyampaikan apresiasi atas dukungan Distanbun Aceh dan BPLIP Medan.
Menurutnya, program cetak sawah sangat dinantikan petani karena akan memperluas area tanam dan meningkatkan pendapatan masyarakat tani di Bireuen.“Ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah untuk petani. Kami di daerah siap mengawal dan memastikan program ini berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Audiensi dan penandatanganan kontrak ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan balai teknis pusat dalam memperkuat ketahanan pangan Aceh.
Dr. Azanuddin Kurnia menutup pertemuan dengan menekankan pentingnya komunikasi intensif dan monitoring lapangan agar seluruh kegiatan LIP dan cetak sawah dapat berjalan sesuai rencana.
“Petani tidak bisa menunggu. Tugas kita adalah mempercepat proses agar lahan segera bisa ditanami dan hasil panen meningkat. Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga,” tutupnya.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara Distanbun Aceh, BPLIP Medan, dan pemerintah kabupaten, diharapkan target perluasan area tanam dan peningkatan produksi padi di Aceh dapat terwujud dalam waktu dekat.

