Dapur SPPG Berada di Gampong Keunire, Keuchik Ilyas Berbaju Kaos Merah Soroti Minim Koordinasi Penyaluran MBG dan Tidak Libatkan Warga Lokal. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE, WARTANAD.ID – Keuchik Gampong Keunire, Kecamatan Pidie, Ilyas, menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di desanya. Ia mengaku hingga saat ini Pemerintah Gampong Keunire belum pernah mendapatkan koordinasi resmi dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyalurkan program tersebut, meski dapur SPPG berada di wilayah gampongnya. Senin( 06/07/2026)
Menurut Ilyas, berdasarkan data yang diterima pemerintah gampong, terdapat sekitar 70 penerima manfaat Program MBG di Gampong Keunire yang terdiri dari balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Namun, pemerintah desa tidak mengetahui SPPG mana yang bertanggung jawab atas penyaluran makanan bergizi kepada masyarakat.
"Kami berharap kepada SPPG yang menyalurkan MBG di desa kami agar berkoordinasi dengan pihak gampong. Sampai dengan saat ini kami tidak mengetahui SPPG mana yang menyalurkan program tersebut kepada masyarakat di Gampong Keunire," ujar Ilyas kepada WARTANAD.ID, Senin (6/7/2026).
Ia menilai, koordinasi sangat penting agar pemerintah gampong dapat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program, termasuk memastikan data penerima manfaat sesuai dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, Ilyas mengaku khawatir apabila suatu saat ditemukan makanan yang sudah basi atau tidak layak dikonsumsi, pemerintah gampong akan menjadi pihak pertama yang menerima keluhan dari masyarakat, padahal tidak pernah dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut.
"Kami mengkhawatirkan apabila nanti ada temuan nasi basi ataupun makanan yang tidak layak dikonsumsi. Masyarakat tentu akan datang melapor kepada pemerintah gampong, sementara kami sendiri tidak mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab dalam penyaluran MBG tersebut," katanya.
Tidak hanya itu, Ilyas juga menyoroti keberadaan dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Gampong Keunire namun dinilai belum memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, hingga saat ini warga Gampong Keunire belum pernah dilibatkan sebagai tenaga kerja dalam operasional dapur SPPG, padahal fasilitas tersebut berada di wilayah desa mereka.
"Yang menjadi pertanyaan kami, dapur SPPG berada di Gampong Keunire, tetapi sampai saat ini masyarakat kami tidak dilibatkan sebagai tenaga kerja. Seharusnya keberadaan dapur tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar sehingga manfaat program ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ungkapnya.
Ilyas menegaskan bahwa Pemerintah Gampong Keunire mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, ia berharap pelaksanaannya tetap mengedepankan koordinasi dengan pemerintah desa serta memberikan kesempatan kepada masyarakat lokal untuk ikut berpartisipasi dalam operasional dapur SPPG.
"Kami mendukung program pemerintah ini. Yang kami harapkan hanyalah adanya komunikasi yang baik dengan pemerintah gampong serta pemberdayaan masyarakat setempat. Dengan begitu, program ini akan berjalan lebih baik, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga," tutup Ilyas.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG yang menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis di Gampong Keunire belum memberikan keterangan resmi terkait minimnya koordinasi dengan pemerintah gampong maupun terkait rekrutmen tenaga kerja lokal. WARTANAD.ID akan terus berupaya meminta konfirmasi sebagai bagian dari asas pemberitaan yang berimbang.


