Kabel Listrik Tegangan Tinggi Diduga Hanya Berjarak Sekitar 1 Meter dari Atap, Proyek Revitalisasi SD Negeri Lamkawe Rp1,42 Miliar Tuai Sorotan. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE (WARTANAD.ID) – Proyek Revitalisasi SD Negeri Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp1.421.264.900, menjadi sorotan publik. Pasalnya, jaringan kabel listrik tegangan tinggi terlihat melintas sangat dekat dengan bangunan sekolah yang sedang dikerjakan. Senin ( 06/07/2026)
Berdasarkan pantauan di lokasi, kabel listrik tampak berada tepat di atas bangunan dan diduga hanya berjarak sekitar 1 meter dari atap. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pekerja selama proses pembangunan maupun siswa dan guru ketika gedung nantinya digunakan.
Dari papan informasi proyek diketahui, pembangunan tersebut merupakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 dengan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender, mulai 9 Maret hingga 9 Agustus 2026. Pelaksanaan kegiatan dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Negeri Lamkawe.
Keberadaan jaringan listrik yang berada sangat dekat dengan bangunan memunculkan pertanyaan mengenai aspek perencanaan teknis serta koordinasi antara pelaksana proyek dengan instansi terkait, khususnya mengenai pemenuhan standar keselamatan terhadap jaringan listrik.
Masyarakat berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Selain membahayakan pekerja konstruksi, keberadaan kabel listrik yang berada sangat dekat dengan atap bangunan dikhawatirkan dapat menimbulkan risiko kecelakaan listrik saat sekolah telah difungsikan.
Sebelumnya, Kepala SD Negeri Lamkawe, Jafaruddin, kepada Wartanad.id menyampaikan bahwa pihaknya akan menyurati PLN serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie untuk meminta peninjauan terhadap kondisi tersebut. Ia juga berharap dilakukan evaluasi apakah pembangunan gedung telah sesuai dengan ketentuan teknis, sekaligus meminta agar PLN dapat menambah tiang atau meninggikan posisi jaringan listrik sehingga tidak lagi berada terlalu dekat dengan bangunan sekolah.
Menanggapi pemberitaan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie Ismed, melalui Kabid Dikdas Hasan Basri, memberikan tanggapan singkat kepada media ini.
"Terima kasih bang, sudah saling mengingatkan," ujar Hasan Basri.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie mengapresiasi perhatian media dan masyarakat terhadap aspek keselamatan dalam pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah.
Meski demikian, masyarakat berharap apresiasi tersebut segera diikuti dengan langkah konkret berupa peninjauan lapangan bersama pihak PLN, pelaksana proyek, serta instansi teknis terkait untuk memastikan jarak jaringan listrik terhadap bangunan telah memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN mengenai apakah posisi jaringan listrik tersebut telah memenuhi ketentuan teknis atau akan dilakukan penyesuaian terhadap jaringan yang berada di sekitar bangunan sekolah.
Redaksi Wartanad.id tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi serta kepentingan keselamatan masyarakat.



