Wartanad.id | Aceh Tenggara – Personel Satgas Jembatan Kodim 0108/Aceh Tenggara (Agara) bersama para teknisi dan masyarakat terus menunjukkan komitmen dalam mempercepat pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda dengan melaksanakan pemasangan hanger di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, Kamis (16/07/2026). Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan yang ditargetkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai akses transportasi yang aman, kokoh, dan berkelanjutan.
Pengerjaan dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan profesionalisme, ketelitian, serta semangat gotong royong. Sejak pagi hari, personel Satgas Jembatan, teknisi, dan masyarakat bahu-membahu melaksanakan berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari pengangkutan material ke lokasi, pemasangan hanger pada kabel utama, hingga pengecekan posisi, keseimbangan, dan kekuatan setiap komponen agar seluruh rangkaian konstruksi terpasang sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Pemasangan hanger menjadi salah satu bagian vital dalam pembangunan jembatan gantung. Komponen ini berfungsi sebagai penghubung antara kabel utama (sling) dengan rangka lantai jembatan sehingga mampu mendistribusikan beban secara merata sekaligus menjaga kestabilan konstruksi. Ketepatan pemasangan hanger akan sangat menentukan kekuatan struktur jembatan secara keseluruhan, sehingga setiap proses dikerjakan dengan penuh kehati-hatian melalui pengukuran yang akurat dan pengawasan teknis yang ketat.
Koordinator lapangan, Pelda Dodi Harnizar, menjelaskan bahwa pekerjaan pemasangan hanger memerlukan konsentrasi tinggi, koordinasi yang baik, serta kedisiplinan seluruh personel karena sebagian besar aktivitas dilakukan pada titik-titik dengan tingkat risiko yang cukup tinggi.
"Setiap personel harus bekerja sesuai prosedur dan saling berkoordinasi dengan baik. Pemasangan hanger merupakan bagian vital dari konstruksi jembatan sehingga setiap tahapan harus dikerjakan dengan cermat agar menghasilkan struktur yang kokoh, aman, dan berkualitas," ujarnya.
Menurutnya, selain mengejar target penyelesaian pembangunan sesuai jadwal, aspek kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, sebelum pekerjaan dimulai, seluruh personel terlebih dahulu melaksanakan pemeriksaan terhadap kondisi peralatan, kesiapan material, serta melakukan evaluasi teknis guna memastikan seluruh tahapan dapat berjalan secara aman dan efektif.
Pelda Dodi juga menegaskan bahwa seluruh personel Satgas, teknisi, maupun pekerja diwajibkan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja, terutama saat melaksanakan pekerjaan di area dengan ketinggian. Penggunaan alat pelindung diri, khususnya safety harness, helm keselamatan, dan perlengkapan pendukung lainnya menjadi kewajiban yang tidak boleh diabaikan.
"Kami selalu mengingatkan seluruh personel maupun teknisi agar tidak mengabaikan faktor keamanan. Gunakan perlengkapan keselamatan secara lengkap, tetap disiplin dalam bekerja, serta jaga komunikasi yang baik antaranggota tim. Dengan demikian, seluruh proses pemasangan hanger dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaiannya, tetapi juga dari mutu konstruksi yang dihasilkan. Oleh sebab itu, setiap tahapan pekerjaan selalu diawasi secara menyeluruh agar menghasilkan infrastruktur yang memiliki daya tahan tinggi, aman digunakan, serta mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh personel TNI, teknisi, dan masyarakat setempat menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga memerlukan sinergi dan partisipasi seluruh elemen. Kehadiran masyarakat dalam setiap proses pembangunan mencerminkan tingginya kepedulian terhadap terwujudnya akses transportasi yang lebih baik bagi wilayah mereka.
Keberadaan Jembatan Gantung Perintis Garuda nantinya diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta memberikan akses yang lebih cepat dan aman bagi anak-anak menuju sekolah maupun masyarakat menuju pusat pelayanan kesehatan, pemerintahan, dan fasilitas publik lainnya.
Melalui kerja sama yang solid antara Satgas Jembatan Kodim 0108/Aceh Tenggara, para teknisi, dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda diharapkan dapat diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Jembatan tersebut diharapkan menjadi infrastruktur yang kokoh, aman, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Aceh Tenggara.

