Wartanad.id | Aceh Tenggara – Komitmen TNI bersama masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan kembali ditunjukkan melalui pembangunan Jembatan Gantung Perintis yang menghubungkan Desa Uning Abadi, Kecamatan Darul Hasanah, dengan Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Memasuki tahapan pekerjaan struktur utama, personel TNI bersama masyarakat melaksanakan penarikan tali sling yang menjadi komponen utama penyangga konstruksi jembatan, Kamis (9/7/2026).
Sejak pagi hari, personel TNI yang dipimpin Danposramil Ketambe Peltu Jumadin Selian bersama Babinsa dan masyarakat telah berada di lokasi pembangunan. Dengan penuh semangat dan kekompakan, seluruh personel bergotong royong melaksanakan proses penarikan tali sling yang membutuhkan ketelitian, koordinasi, serta kerja sama yang solid agar pemasangan dapat dilakukan secara tepat sesuai dengan perencanaan teknis.
Tahapan penarikan tali sling menjadi salah satu pekerjaan paling krusial dalam pembangunan jembatan gantung. Tali sling berfungsi sebagai penyangga utama yang akan menopang beban keseluruhan konstruksi jembatan. Oleh karena itu, setiap proses dikerjakan secara cermat, mulai dari penarikan, penyetelan posisi, hingga penguncian tali sling agar memenuhi standar teknis dan menjamin keamanan serta kekuatan konstruksi dalam jangka panjang.
Danposramil Ketambe, Peltu Jumadin Selian, mengatakan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan terus berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Pada pelaksanaan hari ini, pekerjaan difokuskan pada penarikan tali sling, kemudian dilanjutkan dengan penyetelan dan penguncian agar posisi kabel benar-benar presisi sebelum memasuki tahapan pembangunan berikutnya.
"Pembangunan Jembatan Gantung Perintis hari ini difokuskan pada penarikan tali sling, kemudian dilanjutkan dengan penyetelan dan penguncian tali sling. Tahapan ini sangat penting karena menjadi penyangga utama konstruksi jembatan sehingga harus dikerjakan secara teliti, hati-hati, dan maksimal agar hasilnya benar-benar kokoh serta aman digunakan masyarakat," ujar Peltu Jumadin Selian.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan setiap tahapan pembangunan tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat yang terus memberikan dukungan. Antusiasme warga untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat pedesaan. Sinergi yang terjalin antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan demi kepentingan bersama.
Menurutnya, kehadiran Jembatan Gantung Perintis nantinya akan membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat di kedua desa. Selain menjadi akses penghubung yang aman dan layak, jembatan tersebut akan memangkas waktu tempuh perjalanan, memperlancar distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok, meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat, serta memberikan kemudahan bagi para pelajar, tenaga kesehatan, maupun masyarakat yang setiap hari melakukan mobilitas antarwilayah.
Selama proses pengerjaan berlangsung, suasana penuh kebersamaan tampak menghiasi lokasi pembangunan. Warga dari berbagai kalangan dengan sukarela membantu pekerjaan yang dapat dilakukan secara bersama-sama, mulai dari menyiapkan peralatan, membantu menarik sling, hingga memastikan material tersusun dengan baik. Kekompakan tersebut mencerminkan kuatnya budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat kewilayahan yang mendampingi pelaksanaan pembangunan, tetapi juga menjadi motivator yang mampu menggerakkan partisipasi masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur desa. Pendampingan yang dilakukan secara konsisten merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk terus hadir membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terpelihara antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Perintis diharapkan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan. Kehadiran jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu menjadi sarana penghubung yang kuat, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi, serta mempererat hubungan antardesa di Kecamatan Darul Hasanah dan Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara.

