Ketua Tuha Peut Gampong Keunire Azhari Klarifikasi Pernyataan Keuchik Soal SPPG, Sebut Warga Sudah Dipekerjakan dan Rekrutmen Tahap Kedua Segera Dibuka. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE, WARTANAD.ID – Polemik terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gampong Keunire, Kecamatan Pidie, mendapat tanggapan dari Ketua Tuha Peut Gampong Keunire, Azhari. Ia memberikan klarifikasi atas pernyataan Keuchik Gampong Keunire, Ilyas, yang sebelumnya menyoroti minimnya koordinasi penyaluran MBG serta menyebut masyarakat setempat tidak dilibatkan dalam operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurut Azhari, beberapa pernyataan yang disampaikan Keuchik perlu diluruskan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan persepsi yang keliru.
"Apa yang disampaikan Pak Keuchik memang ada benarnya, terutama mengenai pentingnya koordinasi. Namun, ada beberapa poin yang menurut kami kurang sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Azhari kepada WARTANAD.ID, Senin (6/7/2026).
Azhari menjelaskan kepada media wartanad.id pada saat wawancara bahwa sejak Dapur SPPG mulai beroperasi di Gampong Keunire, masyarakat setempat telah dilibatkan sebagai tenaga kerja. Berdasarkan data yang diketahuinya, hingga saat ini terdapat sekitar tujuh dan untuk tahap kedua berjumlah 12 warga Gampong Keunire yang bekerja di dapur tersebut.
Karena itu, ia membantah anggapan bahwa seluruh masyarakat setempat tidak diberikan kesempatan bekerja dalam operasional SPPG.
Selain itu, Azhari juga mengingatkan bahwa ketika Dapur SPPG mulai dibangun dan beroperasi di Gampong Keunire, Ilyas belum menjabat sebagai Keuchik. Bahkan lokasi dapur tersebut berada tidak jauh dari Kantor Keuchik Gampong Keunire.
Ia menilai, persoalan koordinasi seharusnya dapat dibangun sejak awal melalui komunikasi yang baik antara seluruh unsur pemerintahan gampong.
Terkait penyaluran Program MBG kepada masyarakat, Azhari berpendapat bahwa kader Posyandu juga memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada pemerintah desa.
"Menurut kami, apabila ada penyaluran MBG kepada balita, ibu hamil maupun ibu menyusui, kader Posyandu juga seharusnya melaporkan kepada pemerintah gampong.
Dengan demikian pemerintah desa mengetahui siapa penerima manfaat dan siapa pihak yang menyalurkan program tersebut," katanya.
Lebih lanjut, Azhari mengungkapkan bahwa pengelola Dapur SPPG juga telah menyampaikan rencana rekrutmen tenaga kerja tahap kedua yang akan dilaksanakan dalam bulan ini.
Menurutnya, pada tahap berikutnya tersebut, warga Gampong Keunire akan kembali diprioritaskan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja.
"Informasi yang kami terima, dalam bulan ini akan dibuka rekrutmen tahap kedua, dan masyarakat Gampong Keunire akan diprioritaskan untuk bekerja. Ini merupakan bentuk komitmen agar keberadaan Dapur SPPG juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," jelasnya.
Azhari berharap seluruh pihak tidak memperbesar perbedaan pendapat, melainkan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Gampong Keunire.
Ia menegaskan bahwa Keuchik dan Tuha Peut merupakan dua unsur penyelenggara pemerintahan gampong yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah.
"Ke depan saya berharap Pak Keuchik dapat lebih banyak berdiskusi dan saling bertukar pikiran dengan Tuha Peut sebelum suatu persoalan disampaikan ke publik.
Dengan komunikasi yang baik, tentu setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bersama-sama tanpa menimbulkan kesalahpahaman," tegasnya.
Azhari juga menegaskan bahwa seluruh elemen di Gampong Keunire pada prinsipnya mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis. Namun, ia berharap koordinasi antara pengelola SPPG, Pemerintah Gampong, kader Posyandu, dan seluruh unsur masyarakat terus diperkuat agar pelaksanaan program berjalan transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga.



