Wartanad.id - Aceh barat - Program Rujuk Balik (PRB) merupakan solusi bagi Peserta JKN dengan penyakit kronis yang telah dinyatakan stabil oleh dokter spesialis namun masih membutuhkan perawatan jangka panjang. Pada sekma ini, pengelolaan layanan dilakukan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), sehingga peserta tidak perlu kembali ke rumah sakit hanya untuk peresepan ulang obat. Langkah ini menghadirkan layanan yang lebih dekat, mudah, dan efisien.
Nawawi (66), telah menjadi Peserta PRB yang dikelola oleh Puskesmas Meurebo sejak tahun 2018. Ia menderita penyakit Diabetes Mellitus dan Hipertensi, memiliki kondisi penyakit kronis mengharuskan Nawawi untuk mengendalikan kondisi gula darah dan tekanan darahnya dengan rutin meminum obat-obatan yang berkelanjutan sehingga dapat mencegah terjadinya kambuh ataupun komplikasi berat.
Menjadi Peserta PRB memberikan kemudahan baginya dalam proses memperoleh obat-obatan yang rutin dikonsumsi olehnya.”Lebih gampang ya karena kan untuk pengambilan obat saja, soalnya gula darah dan tensi juga udah stabil, jadi kalau ke rumah sakit Cuma buat ambil obat pasti seharian waktunya, nah ini dengan PRB, obat tinggal ambil di puskesmas yang lebih dekat lagi dari rumah saya” tuturnya.
PRB dirancang untuk stabilitas jangka panjang, dengan memastikan pasien yang sudah stabil tetap stabil tanpa harus sering-sering kembali ke rumah sakit. Mekanisme PRB dimulai ketika Peserta JKN yang telah di rujuk balik oleh dokter spesialis membawa surat rujuk balik ke FKTP Terdaftar, selanjutnya FKTP Menuliskan resep obat sesuai dengan obat-obatan yang tertulis dalam surat rujuk balik. Selanjutnya obat diambil di apotek mitra BPJS Kesehatan. Untuk meningkatkan kemudahan akses, BPJS Kesehatan Cabang Meulaboh menghadirkan inovasi Sobat PRB, dimana obat yang seharusnya diambil di Apotek kini diantarkan oleh apotek ke FKTP.
“Sekarang ini udah ga perlu lagi ke Apotek, kami biasanya diminta datang ke puskesmas setiap tanggal 13 untuk ambil obat yang harus diminum sampai dengan 30 hari, nanti bulan depan di tanggal yang sama kita datang untuk ambil obatnya kembali” Jelasnya.
Kemudahan ini berdampak positif bagi kualitas hidup Peserta JKN yang memiliki penyakit kronis. Nawawi menuturkan, “Asalkan rutin minum obat dan menjaga pola makan, tubuh terasa lebih sehat. Tensi saya kini 130, sebelumnya sempat di atas 140, begitu juga gula darah.” Ia menilai PRB bukan hanya mempermudah akses obat, tetapi juga mendukung produktivitas di usia lanjut.
Peserta PRB memperoleh manfaat yang dapat memberikan aktivitas produktif lainnya yaitu dengan kegiatan senam prolanis sebanyak sekali dalam seminggu serta edukasi dari dokter FKTP Terdaftar sebanyak sekali dalam sebulan. “seneng juga seminggu sekali bisa rame-rame senam sama teman-teman ditambah lagi dokter dari puskesmas sebulan sekali kasih edukasi juga ke kita para peserta PRB ini.” Tutupnya.(Tri Rahmat Ramadhan)