Berbagi Bendera Merah Putih, Ketua IWO Pidie Ajak Masyarakat Semarakkan HUT RI dan Hari Damai Aceh. ( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE ( Wartanad.id)– Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan memperingati Hari Damai Aceh ke-21 terus digaungkan di Kabupaten Pidie. Salah satunya melalui aksi pembagian bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai bentuk ajakan untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme sekaligus menjaga nilai-nilai perdamaian di Aceh. Jum'at ( 14/08/2026)
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Pidie, Herman Hartono Ginting, S.H., secara langsung membagikan bendera Merah Putih kepada Ayiub, Sales Senior NSS Grong-Grong, di kediamannya yang berada di Kompleks Perumahan Gajah Ayee, Kecamatan Pidie, Jumat (14/8/2026).
Penyerahan bendera tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial menjelang perayaan kemerdekaan. Bagi IWO Pidie, bendera Merah Putih merupakan simbol persatuan yang harus terus hadir di tengah masyarakat, terlebih momentum HUT RI ke-81 tahun ini bertepatan dengan peringatan 21 tahun perjalanan perdamaian Aceh.
Herman Hartono Ginting mengatakan, pembagian bendera kepada masyarakat merupakan bagian dari upaya sederhana untuk mengajak seluruh elemen masyarakat agar ikut mengambil bagian dalam menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
«“Mari kita semarakkan HUT RI ke-81 dengan mengibarkan bendera Merah Putih di rumah, lingkungan dan tempat usaha masing-masing. Ini merupakan bentuk kecintaan kita kepada bangsa dan negara,” ujar Herman.»
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Kemerdekaan harus dimaknai dengan menjaga persatuan, menghormati perbedaan serta membangun kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
Di sisi lain, peringatan Hari Damai Aceh ke-21 juga menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat Aceh untuk terus menjaga perdamaian yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.
“Perdamaian Aceh adalah sesuatu yang harus kita rawat bersama. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal konflik dari cerita masa lalu. Mereka harus tumbuh dalam suasana damai, aman dan penuh persaudaraan,” tegasnya.
Ia menambahkan, masyarakat Aceh memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga suasana kondusif dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang dapat memecah persatuan.
Sebagai organisasi profesi wartawan, IWO Kabupaten Pidie juga menilai bahwa pers memiliki peran strategis dalam menjaga ruang publik agar tetap sehat. Wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Wartawan harus ikut menjaga suasana daerah agar tetap kondusif. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus memberikan manfaat, mencerdaskan dan tidak memperkeruh keadaan,” kata Herman.
Sementara itu, Ayiub menyambut baik pembagian bendera tersebut. Ia menilai kegiatan sederhana seperti ini memiliki pesan yang besar, terutama dalam membangkitkan semangat masyarakat menyambut hari kemerdekaan.
Pembagian bendera juga diharapkan dapat menjadi gerakan bersama. Tidak hanya dilakukan oleh organisasi atau kelompok tertentu, tetapi dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat sesuai kemampuan masing-masing.
Herman mengajak masyarakat Kabupaten Pidie untuk tidak memandang peringatan HUT RI hanya sebagai agenda tahunan. Menurutnya, momentum kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa persatuan dan gotong royong merupakan kekuatan utama dalam membangun daerah.
“Merah Putih bukan hanya kain yang dikibarkan setiap bulan Agustus. Di dalamnya ada sejarah perjuangan, pengorbanan dan persatuan. Karena itu, mari kita hormati simbol negara ini dengan mengibarkannya dengan penuh kebanggaan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat Pidie untuk menjadikan peringatan HUT RI ke-81 dan Hari Damai Aceh ke-21 sebagai momentum memperkuat persaudaraan antara masyarakat, pemerintah, pemuda, pelaku usaha, komunitas serta insan pers.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Dan mari kita rawat perdamaian Aceh yang sudah berjalan selama 21 tahun demi anak cucu kita,” pungkasnya.
Semarakkan Merah Putih, rawat persatuan, dan jaga perdamaian Aceh.


