-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    FKM BKA YWU di Festival QRIS 2026: Wujud Nyata Inklusi Ekonomi bagi Penyandang Disabilitas

    Aug 18, 2026, 10:07 AM WIB Last Updated 2026-08-18T03:07:19Z
    Wartanad.id - Banda Aceh, 18 Agustus 2026 — Festival QRIS 2026 di Pasar Atjeh Baru, Banda Aceh, yang berlangsung 11–17 Agustus 2026, bukan sekadar ajang transaksi digital dan promosi UMKM. Lebih dari itu, festival ini menjadi ruang nyata bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan, memasarkan karya, membangun kepercayaan diri, serta memperluas akses sosial dan ekonomi.
     
    Melalui FKM BKA YWU — organisasi yang dibangun oleh dan untuk perempuan dengan disabilitas — pada 16 Agustus 2026, stan khusus memamerkan sekaligus memasarkan 21 jenis produk karya penyandang disabilitas, mulai dari lukisan, perlengkapan rumah tangga, makanan olahan, aksesori, pakaian khas Aceh, hingga buku karya pendidik. Keterlibatan ini memungkinkan mereka tampil bukan sekadar penerima manfaat, melainkan pelaku ekonomi aktif yang berinteraksi langsung dengan pembeli.
     
    Tidak hanya pasar, FKM BKA YWU juga menghadirkan stan karier untuk mempertemukan masyarakat dengan keterampilan penyandang disabilitas, sekaligus mengisi sesi talkshow pukul 16.00 WIB yang membahas tantangan dan peluang perempuan penyandang disabilitas dalam memperoleh pekerjaan, kemandirian, dan partisipasi sosial-ekonomi. Sementara itu, pada 14 Agustus, 14 anak penyandang disabilitas juga tampil dalam peragaan busana, menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana membangun kepercayaan diri di ruang publik.
     
    T. Putri Melza Chamela, Koordinator Stan sekaligus Manajer Program FKM BKA YWU, menegaskan:
     
    “Inklusi bukan hanya tentang memberi ruang untuk hadir. Inklusi berarti memastikan seseorang punya kesempatan untuk menggunakan ruang itu, menunjukkan kemampuannya, mendapatkan manfaat, dan ikut menentukan arah perubahan.”
     
    Kegiatan ini sejalan dengan agenda FKM BKA YWU yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 5, 8, 11), serta mendorong implementasi UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Qanun Aceh No. 7 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan. Bersama APWLD, FKM BKA YWU terus mendorong pengumpulan data terpilah, pemantauan berbasis komunitas, serta advokasi kebijakan guna menghapus hambatan struktural yang dihadapi perempuan penyandang disabilitas.
     
    FKM BKA YWU berharap keterlibatan penyandang disabilitas dalam kegiatan ekonomi tidak berhenti pada satu festival. Akses pasar, pekerjaan, pelatihan, dan ruang partisipasi perlu dijaga secara berkelanjutan — karena pembangunan yang inklusif terwujud ketika setiap orang memiliki ruang, kesempatan, suara, dan manfaat yang setara.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini