Miskomunikasi di Muara Tiga Disikapi dengan Jalur Kekeluargaan, Ketua Forum Keuchik M.Daud Tegaskan Tidak Ada Ancaman terhadap Jurnalis.( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE | WARTANAD.ID – Polemik yang mencuat terkait pemberitaan dugaan ancaman terhadap seorang jurnalis di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, mendapat penjelasan dari perangkat Gampong Batee. Mereka menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi bukanlah tindakan pengancaman, melainkan miskomunikasi yang terjadi saat berlangsungnya pembicaraan antara perangkat desa dengan seorang jurnalis yang berdomisili di Gampong Laweung. Minggu (02/08/2026)
Menurut keterangan yang disampaikan perangkat Gampong Batee, pembicaraan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan mengingat antara jurnalis yang bersangkutan dengan salah seorang tokoh masyarakat Gampong Batee masih memiliki hubungan kekerabatan.
Foto Pertemuan malam Rabu Antara Perangkat desa Bate dengan Harmadi tidak ada ancaman fisik maupun intervensi kami tokoh desa menyebutkan bahwa tidak pernah ada niat maupun tindakan untuk mengintimidasi atau mengancam siapa pun. Mereka hanya berharap apabila terdapat persoalan yang berkaitan dengan desa, penyelesaiannya dapat ditempuh melalui komunikasi yang baik sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Forum Keuchik Kecamatan Muara Tiga, M. Daud Safari, yang juga menjabat sebagai Keuchik Gampong Mesjid. Kehadirannya disebut semata-mata untuk meredam suasana agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Menurut penjelasan yang disampaikan pihak perangkat desa, M. Daud Safari menyampaikan kepada jurnalis agar setiap menemukan dugaan persoalan atau permasalahan di desa-desa dalam wilayah Kecamatan Muara Tiga terlebih dahulu dapat dikomunikasikan dengannya selaku Ketua Forum Keuchik.
"Kalau ada temuan ataupun persoalan di desa-desa Kecamatan Muara Tiga, silakan hubungi saya. Mari kita duduk bersama dan kita selesaikan dengan baik. Sebagai Ketua Forum Keuchik, saya berkewajiban memfasilitasi penyelesaian setiap persoalan," demikian substansi penyampaian yang dijelaskan kembali oleh pihak perangkat desa.
Mereka menegaskan bahwa penyampaian tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk membangun komunikasi dan mencari solusi bersama, bukan untuk menghalangi tugas jurnalistik maupun membatasi kebebasan pers.
Dalam kesempatan yang sama, Keuchik Gampong Tgk. di Laweung, Idris, juga menyampaikan pandangannya. Ia mengingatkan bahwa dirinya masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan Harmadi selaku jurnalis tersebut.
Idris berharap setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui musyawarah dan komunikasi yang baik, mengingat masyarakat di wilayah tersebut masih memiliki hubungan kekerabatan yang erat.
"Kenapa semua itu harus langsung diekspos ke media, padahal masih bisa dibicarakan secara baik-baik. Apalagi masyarakat di sini masih memiliki hubungan saudara," ujar Idris sebagaimana disampaikan dalam pertemuan tersebut.
Perangkat Gampong Batee berharap klarifikasi ini dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat sehingga tidak terjadi kesimpulan sepihak atas peristiwa yang telah berkembang di ruang publik.
Mereka juga menegaskan tetap menghormati profesi jurnalis sebagai mitra dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Di sisi lain, perangkat desa berharap setiap perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang santun, musyawarah, dan semangat kekeluargaan yang selama ini menjadi budaya masyarakat Aceh.
Pihak perangkat desa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas Kecamatan Muara Tiga serta mengedepankan penyelesaian setiap persoalan melalui dialog yang terbuka, saling menghormati, dan tetap menghargai fungsi pers sebagai pilar demokrasi.



