Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Geumpang.( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE (Wartanad.id) — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, berlangsung semarak. Masyarakat setempat menggelar Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim yang dipusatkan di halaman Masjid Syuhada, Geumpang, Sabtu (29/8/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Geumpang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim.
Suasana kegiatan semakin meriah dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan, mulai dari Camat Geumpang, tokoh agama, tokoh masyarakat, Imum Mukim, para Keuchik, hingga unsur TNI dan Polri.
Dihadiri Unsur Pemerintahan dan Aparat Keamanan
Dalam publikasi kegiatan, Mahdi, ST selaku Camat Geumpang tercantum sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain itu, turut tercantum M. Yusri Syamaun atau yang dikenal dengan Amat Tong, Direktur PT AT Diesel Geumpang.
Dukungan terhadap kegiatan keagamaan tersebut juga datang dari unsur Koramil 17 Geumpang dan Polsek Geumpang. Kehadiran aparat keamanan tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat, tetapi juga membantu memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan aman.
Selain unsur Muspika, Imum Mukim Bangkeh turut tercantum dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Keterlibatan lintas unsur ini menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah, ulama, aparat keamanan dan masyarakat.
Lima Gampong Turut Ambil Bagian
Sejumlah Keuchik dari gampong di Kecamatan Geumpang juga tercantum dalam publikasi kegiatan. Mereka berasal dari:
- Gampong Bangkeh;
- Gampong Puloih;
- Gampong Pucok;
- Gampong Leupu; dan
- Gampong Keune.
Keterlibatan para Keuchik dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan masyarakat hingga tingkat gampong.
Dengan dukungan berbagai unsur tersebut, kegiatan Maulid Nabi diharapkan mampu menjadi wadah memperkuat persatuan serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat Geumpang.
Santunan Anak Yatim Jadi Wujud Kepedulian Sosial
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pemberian santunan kepada anak yatim.
Santunan ini menjadi bentuk kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yatim sekaligus implementasi nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW tentang pentingnya menyayangi, memperhatikan dan membantu mereka yang membutuhkan.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, santunan anak yatim diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat agar semangat berbagi dan kepedulian sosial terus dipelihara dalam kehidupan sehari-hari.
Tgk. Habibi Nawawi Dijadwalkan Sampaikan Tausiah
Dalam Tabligh Akbar tersebut, panitia menghadirkan Tgk. Habibi Nawawi, Lc., Dipl. sebagai penceramah.
Tausiah diharapkan memberikan pencerahan keagamaan kepada masyarakat sekaligus mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali mengenang perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam serta membangun kehidupan yang berlandaskan persaudaraan, kasih sayang, kepedulian dan akhlak mulia.
Dihadiri Sekitar 1.000 Warga
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Sekitar 1.000 warga diperkirakan hadir mengikuti rangkaian Tabligh Akbar dan santunan anak yatim di halaman Masjid Syuhada Geumpang.
Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar memperlihatkan bahwa kegiatan keagamaan masih menjadi salah satu ruang penting dalam memperkuat hubungan sosial dan kebersamaan warga.
M. Yusri Syamaun atau Amat Tong bersama Camat Geumpang Mahdi, ST tercantum sebagai bagian dari pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Sementara itu, dukungan juga tercantum dari Koperasi Tambang Bersatu dalam kegiatan tersebut.
Masyarakat Geumpang diharapkan dapat terus menjaga semangat kebersamaan yang telah terbangun melalui momentum Maulid Nabi ini.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Geumpang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan Tabligh Akbar dan santunan semata, tetapi mampu meninggalkan pesan moral yang kuat agar masyarakat terus menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial serta mengamalkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Fauzal01
Wartanad.id


