Di Tengah Padatnya Aktivitas, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi Hadiri Maulid Nabi di Dayah yang Didirikannya.( Foto Dokumentasi Wartanad.id)
PIDIE JAYA ( Wartanad.id)— Di tengah padatnya agenda sebagai kepala daerah, Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.Ali., S.Sos., M.E. menyempatkan diri menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Raudhatul Jannah Al-Malasyi Al-Munawarah, Gampong Meuko Baroh, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Senin( 21/09/2026)
Kegiatan tersebut menjadi momentum penuh makna bagi keluarga besar dayah, khususnya para santri yang selama ini menimba ilmu agama dan pendidikan di lembaga tersebut.
Kehadiran Bupati H. Sibral Malasyi tidak sekadar sebagai kepala daerah, tetapi juga memiliki ikatan khusus dengan lembaga pendidikan tersebut. Dayah Raudhatul Jannah Al-Malasyi merupakan lembaga yang telah dirintis dan dikembangkan oleh Sibral Malasyi jauh sebelum dirinya dipercaya masyarakat menjadi Bupati Pidie Jaya.
Di lembaga tersebut juga terdapat Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Raudhatul Jannah Al-Malasyi, yang memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang membutuhkan pengasuhan, pendidikan dan pembinaan.
Menariknya, hampir keseluruhan santri yang berada di lembaga tersebut merupakan anak yatim, sehingga keberadaan dayah bukan hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang pengasuhan dan pembentukan masa depan anak-anak yang kehilangan orang tua.
Bagi para santri, kehadiran Bupati Sibral Malasyi tentunya memiliki arti tersendiri. Sosok yang sebelumnya dikenal sebagai penggagas dan penggerak lembaga tersebut kini datang dalam kapasitas sebagai orang nomor satu di Kabupaten Pidie Jaya.
Dayah Raudhatul Jannah Al-Malasyi Al-Munawarah sendiri berada di kawasan Meuko Baroh, Kecamatan Bandar Dua. Data dayah yang pernah diterbitkan mencatat Raudhatul Jannah Al-Malasyi sebagai dayah Salafiyah dengan pimpinan Tgk. Abu Bakar.
Sementara pemberitaan terbaru mengenai dayah tersebut menyebut lembaga ini menampung sekitar 250 santri dan memberikan pendidikan secara gratis. Para santri disebut tidak hanya mendapatkan pendidikan keagamaan, tetapi juga kebutuhan pendidikan, makan dan minum yang ditanggung oleh lembaga.
Model pendidikan seperti ini memperlihatkan bahwa keberadaan dayah memiliki fungsi sosial yang cukup besar. Terlebih bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu, pendidikan agama dan pendidikan formal dapat menjadi bekal penting untuk membangun masa depan mereka.
Kehadiran Bupati Pidie Jaya dalam kegiatan Maulid Nabi sekaligus memperlihatkan kedekatan dirinya dengan lembaga yang telah dirintis sebelum dirinya menjabat sebagai kepala daerah.
Momentum Maulid Nabi
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengenang keteladanan Rasulullah dalam membangun kehidupan yang berlandaskan ilmu, akhlak, kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut juga sangat relevan dengan keberadaan LKSA yang selama ini memberikan perhatian kepada anak-anak yatim.
Di tengah berbagai kesibukan pemerintahan, Bupati Sibral Malasyi memilih menyempatkan waktu untuk hadir bersama para santri. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak yang sedang menempuh pendidikan di lingkungan dayah.
Dengan keberadaan dayah dan LKSA tersebut, diharapkan para santri, khususnya anak-anak yatim, tidak hanya mendapatkan pendidikan agama, tetapi juga memperoleh pembinaan karakter, keterampilan dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Peringatan Maulid Nabi di Dayah Raudhatul Jannah Al-Malasyi pada akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antara pimpinan daerah, pimpinan dayah, para pengasuh dan para santri.
Semoga keberadaan Dayah Raudhatul Jannah Al-Malasyi dan LKSA Raudhatul Jannah Al-Malasyi terus menjadi tempat tumbuhnya generasi Pidie Jaya yang berilmu, berakhlak dan memiliki kepedulian terhadap sesama.



