-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Said Fadheil : lahirnya program KABS bukan sekadar wacana di ruang rapat, melainkan berangkat dari pengalaman nyata

    Sep 8, 2026, 4:41 PM WIB Last Updated 2026-09-08T09:41:22Z

    Wartanad.id - 
    MEULABOH — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini tercermin dari peluncuran program Kartu Aceh Barat Sehat (KABS) sekaligus pembenahan menyeluruh di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh.
     
    Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, mengungkapkan bahwa lahirnya program KABS bukan sekadar wacana di ruang rapat, melainkan berangkat dari pengalaman nyata yang ia saksikan langsung bersama Bupati Tarmizi SP saat meninjau warga yang sedang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh.
     
    "Saya menyaksikan langsung kesulitan warga kita saat mendampingi keluarga yang sakit. Kondisi mereka sangat terbatas secara ekonomi, dan ini sungguh menyentuh hati nurani kita semua," ujar Said Fadheil di Meulaboh, Senin lalu.
     
    Pengalaman tersebut semakin memperkuat tekad Pemkab Aceh Barat untuk menjadikan KABS sebagai program prioritas, agar tidak ada lagi warga yang terbebani biaya saat membutuhkan pengobatan.
     
     
     
    Pembenahan Menyeluruh di RSUD Cut Nyak Dhien
     
    Selain program KABS, Pemkab Aceh Barat juga melakukan perombakan besar-besaran di RSUD Cut Nyak Dhien. Bupati Tarmizi SP menjelaskan, pembenahan menyasar seluruh aspek, mulai dari manajemen internal hingga kelengkapan fasilitas penunjang medis.
     
    Beberapa langkah strategis yang telah direalisasikan antara lain:
     
    - Perluasan IGD: Kapasitas tempat tidur IGD ditambah dari 16 unit yang sering kelebihan beban, menggunakan dana CSR.
    - Penambahan Unit Hemodialisa: 8 unit mesin cuci darah baru telah tersedia, sehingga pasien tidak lagi harus dirujuk jauh ke Banda Aceh.
    - Pembangunan Gedung KRIS: Menambah lebih dari 50 tempat tidur tambahan, dijadwalkan beroperasi tahun ini.
    - Peningkatan SDM: Petugas keamanan naik dari 8 menjadi 20 orang; petugas kebersihan bertambah dari 34 menjadi sekitar 70 orang.
    - Ketertiban Layanan: Jam besuk pasien dibatasi hingga pukul 17.00 WIB demi keselamatan dan pemulihan pasien.
    - Perbaikan Alat Kesehatan: Berbagai peralatan medis yang lama tidak berfungsi, termasuk peralatan laboratorium senilai Rp3 miliar, telah diperbaiki melalui dana CSR.
     
    Seluruh jajaran manajemen rumah sakit juga telah dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan perubahan pola pikir dalam memberikan pelayanan.
     
    "Harapan kami sederhana: rumah sakit harus melayani pasien dengan tulus dan penuh empati. Pola pikir manajemen harus berubah, dan kualitas pelayanan harus terus meningkat," tegas Bupati Tarmizi.
     
    Pembenahan menyeluruh ini membuktikan kesungguhan Pemkab Aceh Barat dalam menghadirkan layanan kesehatan yang terjangkau, cepat, dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat.
     
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini