-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    BI Mengajar di UIN Ar-Raniry: Perkuat Cetak Pemahaman Kebanksentralan bagi Generasi Muda Aceh Melek Kebanksentralan

    Oct 8, 2026, 3:29 PM WIB Last Updated 2026-10-08T08:29:33Z
    Wartanad.id - BANDA ACEH, 7 Oktober 2026 - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi di Aceh melalui menyelenggarakan program Bank Indonesia (BI)I Mengajar. Program BI Mengajar kali ini dilaksanakan di bersama Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry di Banda Aceh pada 30 September hingga 7 Oktober 2026. Melalui program ini, Ratusan mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah mendapatkan penguatan pemahaman mengenai peran, tugas, dan kebijakan bank sentral dalam menjaga stabilitas perekonomian. pegawai Bank Indonesia hadir langsung di ruang kuliah sebagai pengajar untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai peran, tugas, dan kebijakan bank sentral dalam menjaga stabilitas perekonomian.

    Pelaksanaan BI Mengajar merupakan wujud nyata komitmen kewajiban sosial Bank Indonesia dalam mempersiapkan generasi masa depan yang melek , terutama dalam membangun pemahaman yang utuh mengenai kebanksentralan. Para Mmahasiswa dibekali pemahaman utuh mengenai bank sentral, sebab di tangan merekalah kelak kemudi perekonomian dipegang, baik sebagai calon pemimpin, akademisi, ekonom, danmaupun pelaku usaha. Dengan bekal yang mumpuni, para calon pemimpin muda ini diharapkan tampil di garis depan memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di Aceh maupun di tingkat nasional.

    Pelaksanaan BI Mengajar ini dilaksanakan sebagai bagian menjadi bagian dari kurikulum mMata kKuliah Ekonomi Makro, Ekonomi Moneter, dan Kebanksentralan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di UIN Ar-Raniry. Materi yang disampaikan mengupas secara dalam mengenai tugas, tujuan, dan kewenangan Bank Indonesia sebagai bank sentral. Selain itu, para pemateri juga menyampaikan paparan mengenai perkembangan terkini mengenai kebijakan sistem pembayaran. Materi ini menyoroti perkembangan dan inovasi sistem pembayaran seperti QRIS dan BI-FAST yang mengubah cara masyarakat bertransaksi. Dengan integrasi terintegrasi dalam kegiatan perkuliahanmata kuliah ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep kebanksentralan secara teoritis, tetapi namun juga memperoleh perspektif langsung dari para praktisi bank sentral mengenai bagaimana kebijakan dirumuskan dan dijalankan..

    Pelaksanaan BI Mengajar merupakan wujud kewajiban sosial Bank Indonesia dalam mempersiapkan generasi masa depan, terutama dalam membangun pemahaman yang utuh mengenai kebanksentralan. Mahasiswa sebagai calon pemimpin, akademisi, ekonom, dan pelaku usaha diharapkan memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk turut berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di Aceh maupun nasional.

    SARANA KOMUNIKASI KEBIJAKAN BANK INDONESIA
    Selain sebagai sarana edukasi, BI Mengajar juga menjadi media komunikasi kebijakan dan program kerja Bank Indonesia terkini, baik kebijakan di tingkat pusat secara nasional maupun program yang dijalankan di level daerah. Di tangan mahasiswa, kebijakan Bank Indonesia diharapkan menggema jauh di kalangan generasi muda. Dari bangku kuliah, pesan kebijakan tersebut dapat mengalir ke teman sebaya, keluarga, hingga masyarakat sekitar.Mahasiswa memperoleh gambaran mengenai arah kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, sekaligus mengenal berbagai program Bank Indonesia Provinsi Aceh, seperti sinergi pengendalian inflasi bersama TPID serta perluasan digitalisasi transaksi di daerah.

    Penyampaian materi kebanksentralan pada BI Mengajar Materi yang disampaikan mencakup Kebanksentralan, Sistem Pembayaran, serta Perlindungan Konsumen. Pada topik kebanksentralan, mahasiswa diperkenalkan pada tujuan, tugas, dan kelembagaan Bank Indonesia serta instrumen kebijakan yang digunakan. Topik Sistem Pembayaran membahas perkembangan infrastruktur dan inovasi pembayaran digital, seperti QRIS dan BI-FAST. Adapun topik Perlindungan Konsumen menekankan pentingnya pemahaman hak dan kewajiban konsumen, kewaspadaan terhadap modus penipuan di era digital, serta mekanisme pengaduan yang tersedia.

    Kegiatan ini diampu dibawakan langsung oleh pegawai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh yang . Para pengajar tidak hanya memahami substansi kebijakan, tetapi juga berada di garda terdepan terlibat dalam implementasinya di lapangan. Dari pengalaman itulah para pengajar , sehingga dapat membagikan contoh nyata bagaimana sebuah penerapan kebijakan bank sentral bekerja hingga dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat. Materi pun disesuaikan diracik khusus dengan konteks lokal Aceh, termasuk karakteristik perekonomian daerah dan hingga perkembangan ekosistem keuangan di Bumi Serambi Mekkah, agar sehingga lebih mudah dipahami dan benar-benar relevan bagi pada mahasiswa.

    MEMPERKUAT SINERGI DENGAN PERGURUAN TINGGI
    BI Mengajar sekaligus menjadi wujud penguatan kolaborasi dan sinergi Bank Indonesia dengan perguruan tinggi. Perguruan tinggi merupakan mitra strategis Bank Indonesia dalam mencetak pengembangan sumber daya manusia unggul, menggaungkan diseminasi kebijakan bank sentral hingga ke ruang kelas, serta melahirkan pengembangan kajian dan riset ekonomi yang tajam, khususnya yang berkaitan dengan perekonomian daerah.

    Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh akan melanjutkan kerja sama BI Mengajar dengan perguruan tinggi lainnya di Provinsi Aceh. Perluasan program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa sehingga pemahaman mengenai kebanksentralan, sistem pembayaran, dan perlindungan konsumen semakin merata di kalangan generasi muda Aceh.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini