• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Plt Gubernur Aceh Ajak Masyarakat Lestarikan Tari Saman

    Sep 24, 2019, 2:23 PM WIB Last Updated 2020-02-16T08:42:04Z
    Banda Aceh (WARTANAD) - Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung dan melestarikan Tarian Saman dan juga membuatnya sebagai karya budaya bangsa yang membutuhkan seni.

    “Khususnya (pelestarian saman) untuk industri kreatif dan kepariwisataan, siap untuk mewujudkan Aceh Hebat,” kata Plt Gubernur  pesan video yang membantu saat membuka seminar nasional Budaya Saman, di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Senin, (23/9) malam .


    Plt Gubernur juga menyambut baik acara yang digelar oleh Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh itu. Alasannya, kegiatan tersebut sangat mendukung pelestarian budaya bangsa.


    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin, mengatakan bahwa pemerintah Aceh sendiri telah melakukan kegiatan-kegiatan dalam rangka melestarikan tari saman. Di membantah, pada tahun 2014 menggelar festival tari saman tingkat sekolah di Aceh. Kemudian pada tahun 2015, menggelar 10.000 penari saman di Gayo Lues. Tarian ini telah memecahkan daftar MURI Indonesia.


    “Selanjutnya, sejak tahun 2016 tari saman telah menjadi penting di acara resmi pemerintah Aceh. Selain itu, tari saman juga menjadi acara penting di Gayo Alas Mountain Internasional Festival tahun 2018, ”kata Jamaluddin.

    Sementara itu, Staf Ahli Mendikbud Republik Indonesia Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta, mengatakan seminar nasional budaya saman itu merupakan platform program Indonesiana untuk mendukung pengembangan pertanian serta menggerakkan masyarakat melestarikan dan memanfaatkan budaya sebagai ruh pembangunan.


    “Nilai kebahagiaan itu ada di dalam budaya, karena itu budaya itu adalah klaim untuk memanusiakan manusia,” kata Ananto.

    Tari Saman, kata Ananto, kini bukan hanya milik budaya Aceh atau Indonesia saja. Namun, telah menjadi milik warisan budaya dunia berdasarkan pengakuan dari UNESCO.

    “Ini menandakan nilai yang dikandung dalam tari saman menjadi pencerah dunia,” ujar Ananto.

    Menurutnya, tari saman memiliki kandungan pesan religi yang sangat dahsyat. Selain itu, lanjut dia, saman juga lolos eksotik. Di mana saja dalam setiap gerakannya terdapat perpaduan suara dan paduan musik yang lahir dari tepukan gerakannya.


    “Tidak ada di dunia ini yang menari dan juga menyanyi yang semuanya berasal dari diri sendiri, saya setuju hanya ada di tari saman,” tutur Ananto.

    Kemudian, lanjutnya, tari saman juga memiliki nilai heroik. Di mana ada semangat perjuangan di dalamnya, maka dalam sejarah tari saman pernah ditunda oleh penjajah Belanda.

    "Saya rasa seminar ini adalah tempat kami memberikan informasi tentang peta jalannya saman ke depan dan saman seperti apa yang akan kita lihat 30 tahun ke depan sebagai pencerah masyarakat dunia," ujar Ananto.

    Kepala BPNB Aceh, Irini Wanti, mengatakan seminar nasioanl budaya saman ini sebagai upaya pelestarian budaya tari saman. Kegiatan itu, kata dia, juga diharapkan dapat mendukung kebijakan baru tentang pelestarian tari saman di masa depan.

    Selain itu, lanjut Wanti, seminar itu juga bertujuan untuk menerima masukan demi mewujudkan dan mengemas saman menjadi seni pertunjukan yang mendunia. “Kita juga mendorong saman menjadi industri kreatif di Indonesia,” tuturnya.


    Seminar budaya saman itu akan berlangsung hingga tanggal 24 September 2019. [Adv]
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini