BANDA ACEH - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh gelar Bincang Bareng Media (BBM) Perkembangan Inflasi Aceh periode September 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh menyampaikan, inflasi Provinsi Aceh pada September 2026 tercatat sebesar 0,36% (mtm) atau 5,03% (yoy). Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional, namun masih dalam upaya pengendalian melalui kerangka 4K.
Secara bulanan, tekanan inflasi terutama didorong oleh kelompok volatile food:
1. *Cabai Merah (andil 0,34%)* - Kenaikan harga terjadi karena sentra produksi di Aceh Tengah masih dalam fase tanam, panen baru diperkirakan akhir Oktober - November 2026, ditambah musim kemarau panjang yang menekan pasokan cabai secara nasional.
2. *Daging Ayam Ras (andil 0,17%)* - Meningkatnya permintaan selama perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan kenaikan biaya pakan ternak.
3. Komoditas lain: Cabai Hijau, Ikan Tuna, dan Semangka masing-masing andil 0,02%.
Secara tahunan (yoy), komoditas penahan inflasi terbesar adalah Beras (0,62%), Nasi Dengan Lauk (0,56%), Emas Perhiasan (0,33%), Bensin (0,29%), dan Daging Ayam Ras (0,27%).
Secara spasial, inflasi tahunan tertinggi tercatat di Kabupaten Aceh Tengah 5,86% (yoy) dan Aceh Tamiang 5,79% (yoy). Sementara inflasi terendah di *Meulaboh 3,61% (yoy)* yang pada bulan September justru mengalami deflasi bulanan -0,04% (mtm).
Bank Indonesia menilai, Cabai Merah masih menjadi komoditas dengan risiko inflasi *HIGH RISK* di Aceh pada periode 2025-2026, disusul Bawang Merah dan Beras sebagai MEDIUM RISK.
Bank Indonesia bersama TPID Aceh terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera (GPIPS) yang bersifat preemptive dan forward-looking.
Sepanjang 2026, telah direalisasikan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) diantaranya 36,78 ton Cabai Merah (September), 22,95 ton Beras Premium (Juli-September), serta penyaluran bantuan alsintan, pupuk, irigasi, dan pelatihan petani di Pidie, Aceh Besar, Aceh Barat, dan Aceh Selatan.
Ke depan, TPID akan terus mendorong Kerjasama Antar Daerah (KAD), akselerasi FDP pada komoditas strategis, serta kampanye Belanja Bijak 4B: Bijak Membeli, Bijak Memilih, Bijak Konsumsi, dan Bijak Bertransaksi non-tunai melalui QRIS.