• Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    Teka Teki Indikasi Pemalsuan Tanda Tangan Sekdes Pedesi

    Mauliddin
    Dec 25, 2019, 8:16 PM WIB Last Updated 2020-01-23T13:57:42Z

    Aceh Tenggara - Teka-teki peniruan tanda tangan sekretaris Desa pedesi kecamatan Bambel kabupaten Aceh Tenggara tidak jelas,Minggu (22/12).

    Sekretaris Desa Pedesi Kecamatan Bambel Kabupaten Aceh Tenggara,Tamrin Desky katakan kepada,Warta Nad, koran ini,terkait indikasi pemalsuan tanda tangan dirinya hingga hari ini belum jelas sebagaimana harapan masyarakat pedesi kecamatan Bambel Aceh Tenggara ini.

    Di jelaskan Tamrin Desky,sudah berbagai upaya di lakukan pihak tokoh masyarakat pedesi setempat terkait indikasi pemalsuan tanda tangan dirinya ini, sehingga berakibat Dana Desa lebih kurang sisa anggaran Desa tersebut ratusan juta itu, seharus di pergunakan untuk beronjong lawe kisam setempat, dan pembelian alat semprot petanian, namun kenyataannya terjadi penyalah gunaan sasaran Dana Desa pedesi yakni di pinjam pakai warga desa lain,akibatnya warga Desa pedesi menurunkan tanda tangan ke pihak Wakil Bupati Aceh Tenggara dan inspektorat Aceh Tenggara beserta tembusan Bupati Aceh Tenggara serta polres dan kejari Aceh Tenggara,katanya.

    Lebih lanjut ketika menjawab koran ini,terkait indikasi peniruan tanda tangan dirinya sudah mereka komplin kepada kepala Desa pedesi setempat beserta Bendara setempat ber isial (Hermn dan AM) keduanya sebagai pengguna Anggaran tidak tau menau sehingga terjadi peniruan tanda tangan paska usai pengerjaan proyek aliran limbah desa pedesi setempat.

    Pantauan, koran ini juga suara isu -isu di warga ini dari mesin hen traktor hilang dari rumah ketua Bumk pedesi semakin mencuat serta Dana Bumk dari tahun 2018 dan 2019.belum teralisasi kewarga pedesi,sehingga warga semakin kecewa selalu pengalihan isu, tidak di beri ijin pimpinan Daerah Kabupaten Aceh Tenggara,sementara masalah di desa banyak masalah belum ada titik solusinya malah terkesan indikasi di acak acak warga desa lain

    Kepala desa Pedesi kecamatan Bambel Aceh Tenggara,Hermansyah Se, sebelumnya di pertanyakan Koran ini, menjawab Berita perkara pengiriman sejumlah indikasi pemalsuan tanda tangan dan terkirim ke pihak Pimpinan Daerah ini di benarkannya bahkan jelas bakal di ganti secepatnya minggu lalu,namun realita mau habis minggu lalu di tuturkannya teka teki ini belum jelas, dan menjawab pencairan Dana uang spp dan spm Dana Desa pedesi itu, sesuai komfirnasi sekretaris Desa pedesi itu,sungguh dia tak tau katanya,terlalu sebutnya,pelaku itu,justru nanti dia bakal menuntut balik pelaku terkait Dana desa pedesi itu usai di cairkan di pinjam pakai lagi warga lain aneh bin ajaib sebutnya mengulanginya lagi,dan dia yang tau semua udah tanda tangani para sang pelaku pencairan tegasnya saya tanda tangani,tetapi akhir nya usai pencairan ini jadi nya sebut kades pedesi,dengan nada santai bercampur sedih bin kecewa,tutur nya mengulangi kepada Media ini,bakal di ganti secepatnya tegas Hermansyah itu.

    Bendahara Desa pedesi berisial,Am,(50th),berulang kali koran ini di komfirmasi koran ini tidak berhasil di tempat, dan kantor desa pedesi pun hilang lenyap tidak ada lagi,tanpa musyawarah terlihat tidak ada lagi di kantor itu, serta begitu juga kereta aset desa beberapa tahun lalu vgrzet ser,  terlihat tidak ada lagi aset desa itu, sehingga teka teki Dana desa ratusan juta itu warga perihatin bernasib sama tidak jelas seperti kasus kasus sebelum nya ini seperti pupuk pertanian menumpuk para warga pemulangan Dana desa Bumk itu juga tidak jelas rimba teka tekinya.

    Sekretaris Desa Pedesi Tamrin Desky ini secara terpisah terkait Bendahara Desa pedesi beliau investigasi sebelumnya memeriksa Bendahara Desa setempat,juga mengaku tidak tau katanya,malah isu isu berbalik malah kades ini berkata berniat mengganti sekdes yang tegas dan cekatan ini harapan desa tampil kedepan, dalam acara masyrakat pedesi itu.

    Lsm Amri sinulingga, ketika sebelumnya melakukan investikasi ke desa pedesi kecamatan Bambel Aceh Tenggara,membenarkan kronologis heboh tersebut hingga mencuat ke pimpinan Daerah Agara namun belum ada titik terangnya teka teki kasus tersebut

    Satibun Desky minggu (24/12)2019, sebagai tokoh masyarakat desa pedesi ketika konfirmasi kepada bendahara desa setempat sudah akui uang telah di pulangkan ke kas desa senilai rp 100 juta rupiah,guna pembelian semprot pertanian desa pedesi kec Bambel Aceh Tenggara,namun belum bisa di belikan mungkin karena sesuatu mssalah perlu musyawarah.(tim)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini