-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    TTI: Antrean Panjang Solar di SPBU Harus Diusut, Ada Kaitan dengan Dugaan Pasokan BBM ke Tambang Ilegal?

    Jul 15, 2026, 8:35 AM WIB Last Updated 2026-07-15T01:35:13Z
    Wartanad.id - BANDA ACEH – Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak pemerintah, PT Pertamina Patra Niaga, BPH Migas, dan aparat penegak hukum untuk mengusut penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU akibat kelangkaan BBM jenis Solar yang terus terjadi.ujar Nasruddin Bahar koordinator TTI (15/07)

    Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan masyarakat berhak memperoleh penjelasan yang transparan mengenai penyebab kelangkaan tersebut. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh hanya dijelaskan sebagai persoalan distribusi tanpa didukung data yang terbuka kepada publik.

    "Jika kuota dan distribusi Solar berjalan normal, mengapa antrean panjang masih terus terjadi di berbagai daerah? Pertanyaan ini harus dijawab secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat," ujar Nasruddin.

    TTI menilai salah satu aspek yang perlu didalami oleh aparat adalah kemungkinan adanya penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi, termasuk dugaan pasokan kepada aktivitas pertambangan ilegal apabila memang ditemukan bukti yang mendukung. Dugaan tersebut harus dibuktikan melalui penyelidikan yang profesional dan berbasis fakta.

    TTI meminta aparat melakukan audit menyeluruh terhadap rantai distribusi Solar bersubsidi, mulai dari depot, penyalur, hingga SPBU, termasuk menelusuri pola pembelian dalam jumlah besar yang berpotensi mengindikasikan penyalahgunaan.

    "Jangan sampai masyarakat yang berhak justru kesulitan memperoleh Solar, sementara ada pihak-pihak tertentu yang diduga memanfaatkan BBM bersubsidi untuk kepentingan usaha ilegal. Jika memang tidak ada penyimpangan, pemerintah dan Pertamina harus menjelaskannya secara terbuka. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Nasruddin.

    TTI menegaskan bahwa pengawasan distribusi BBM bersubsidi harus diperketat agar tepat sasaran dan tidak menjadi sumber keuntungan bagi pihak-pihak yang menyalahgunakan subsidi negara. Transparansi data distribusi dan penegakan hukum yang konsisten menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

    Pihak Pertamina Aceh selaku Penyedia BBM perlu memberikan tanggapan apakah antrian Solar karena stok berkurang atau ada unsur lain permainan spekulan dan penimbun BBM, Pertamina diminta bersikap jujur dan transparan apakah BBM kebutuhan Alat berat di Tambang Ilegal dipasok resmi atau dari pasar gelap demikian pertanyaan penutup dari Nasruddin Bahar Koordinator Transparansi Tender Indonesi TTI.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini