-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTANAD.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Aceh

    DEMA FEBI UIN Ar-Raniry Gelar Seminar “The Real Impact of Drugs”, Kupas Bahaya Narkoba dari Perspektif Hukum, Kesehatan, dan Sosial

    Oct 7, 2026, 4:41 PM WIB Last Updated 2026-10-07T09:47:20Z
    Wartanad.id - BANDA ACEH — (05 -Oktober -2026)Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses menggelar seminar bertajuk “The Real Impact of Drugs: Fakta, Risiko Kesehatan, dan Strategi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang edukasi komprehensif guna membedah persoalan narkoba secara multidimensional.

    ​Seminar yang diinisiasi oleh Departemen Riset dan Informasi DEMA FEBI UIN Ar-Raniry ini menghadirkan tiga narasumber ahli dari latar belakang yang berbeda, yakni perwakilan Badan Narkotika Nasional (BNN), praktisi psikiatri adiksi, serta Dinas Sosial.

    ​Wakil Dekan III FEBI UIN Ar-Raniry, Fithriadi, Lc., Ph.D., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah proaktif mahasiswa. Ia menegaskan bahwa persoalan narkoba merupakan tantangan bersama yang berdampak luas terhadap masa depan generasi muda, sehingga mahasiswa dituntut untuk tidak sekadar menjadi penonton.

    ​"Mahasiswa harus mampu mengambil peran, dimulai dari meningkatkan pengetahuan, menjaga diri sendiri, kemudian memberikan pemahaman kepada lingkungan sekitarnya," ujar Fithriadi.

    ​Pada sesi materi pertama, Ketua Tim Pencegahan BNN Kota Banda Aceh, Muhammad Taufan, S.I.Kom., memaparkan tantangan perang melawan narkoba di tengah perkembangan era digital serta pergeseran pola peredaran yang kian kompleks. Dilanjutkan oleh Konsultan Psikiatri Adiksi, Dr. Syahrial, Sp.KJ., yang mengupas fenomena self-medication dan dual diagnosis, di mana adiksi kerap berkaitan erat dengan gangguan kesehatan mental serta kerusakan saraf permanen.

    ​Sementara itu, Penyuluh Sosial Dinas Sosial Aceh, Hersie Malahayatie Shandra, A.KS., M.AP., menyoroti pentingnya membangun ekosistem sosial yang inklusif guna menekan angka kekambuhan (relapse) bagi individu pascarehabilitasi agar terhindar dari lingkaran stigma negatif masyarakat.

    ​Ketua Departemen Riset dan Informasi sekaligus inisiator kegiatan, Ilham Muyassar, bersama Ketua Panitia Syakira Aisy, berharap kegiatan yang didukung penuh oleh jajaran kepanitiaan ini mampu menjadi titik awal tumbuhnya kesadaran kritis dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini